June 25, 2009

Tekanan

| June 25, 2009
Tolok Ukur Kedewasaan

Pernahkah anda mendapat pressure yang berat dari pekerjaan anda ? Belum pernah. Bersyukurlah bagi yang belum pernah. Namun pada hakikatnya tekanan yang terjadi pada diri kita itu merupakan suatu sarana pendewasaan pada diri yaitu tentang bagaimana cara kita menyingkapi suatu tekanan atau permasalahan serta bagaimana cara kita mengatasi suatu permasalahan.

Cara kita menyingkapi suatu masalah merupakan tolok ukur untuk mengetahui seberapa dewasanya kita. Saya pikir memang demikian dan saya yakin bahwa para pembaca juga sepakat mengenai hal tersebut. Ada kalanya saat ada pressure pekerjaan kita merasa tertekan, kebingungan sehingga kita juga melakukan beberapa kesalahan. Menurut saya itu adalah hal yang wajar.


Tentang Pendewasaan
Seperti yang saya katakan sebelumnya, yaitu dalam keadaan tertekan kita bisa saja melakukan kesalahan. Sekarang yang perlu diperhatikan disini adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan. Dengan semakin banyak kita mempelajari kesalahan, kita juga berfikir untuk menemukan solusi dan menurut saya itu yang disebut dengan kercerdasan. Ya namanya juga pendapat boleh setuju boleh tidak.

Kalau pendapat saya pribadi, salah satu barometer untuk mengetahui seberapa dewasanya kita adalah pada saat kita menghadapi suatu masalah. Ada kalanya seseorang saat menghadapi masalah malah bersifat tidak kooperatif, ”nggondok”, emosi yang meluap – luap bahkan ada yang sampai hilang kendali. Hal itu mungkin saja terjadi. Namun sebagai seorang pembelajar, kita harusnya selalu bersikap positif pada setiap masalah yang dihadapi. Menghadapi masalah dengan kepala dingin, tidak bersikap yang terlalu reaktif dan bisa mengedalikan emosi.

Hal – hal yang bisa membuat pikiran rileks juga perlu dicoba, hal ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan, seperti bernyanyi *saya kebetulan suka bernyanyi, walaupun suara seperti kaleng susu bendera yang kosong, jumlahnya ada tiga, masing – masing ujungnya dikasih benang dan disatukan pada satu benang, kemudian diikat pada bajai, kemudian bajai dijalankan, nah suara saya seperti perpaduan suara bajai dan suara kaleng tadi, bisa anda imajinasikan*, membaca lelucon atau pelbagai macam cara yang sesuai dengan diri anda.

Saya juga mengerti bahwa berbicara menulis itu lebih gampang dan bisa dijual eceran TM dari pada melaksanakannya.

Related Posts

10 comments:

  1. Ketenangan juga penting mas. Banyak yang dapet masalah dan tekanan, tapi dia malah panik, dan akhirnya itulah awal dari kesalahan. Selain tahan banting, ketenangan juga penting

    ReplyDelete
  2. :mikir: nggambar opo mbak :tercengang:

    ReplyDelete
  3. maaf ya OOT dulu, entar baru komen. mau bagi info nie. ikutan kontes review alnect computer yuk. mayan lo berhadiah laptop, netbook, digicam, modem HSPDA, dan ratusan flashdisk.

    ReplyDelete
  4. "masing – masing ujungnya dikasih benang dan disatukan pada satu benang, kemudian diikat pada bajai, kemudian bajai dijalankan, nah suara saya seperti perpaduan suara bajai dan suara kaleng tadi" weks yang ada kuping kita dogondol bajaj hehehe

    ReplyDelete
  5. tekanan... hmm... mumet :mrgreen:

    ReplyDelete
  6. Aku nyanyi, dengerin musik... cukup tenang :D pernah ngalami sendiri... lagi bermasalah ditambah panik... jadinya stress... malah kena maag. Parah hehehe :D

    btw salam kenal :)

    ReplyDelete
  7. klo aq susah dptnin ketenangan.. kayaknya kalo ga rusuh, ga rame tiap hari..

    ReplyDelete