October 4, 2009

Mari Berpantun

| October 4, 2009
Dulu pada waktu kelas 3 SD, saya mulai mengenal apa itu namanya pantun. Walaupun hanya sekedar tahu bahwa pantun itu adalah sederet kalimat yang terdiri dari empat baris, bunyi kata diakhir baris pertama harus sama dengan kata diakhir baris ketiga, begitu juga baris ke dua dan keempat.

Pantun

Mari Berpantun

Ya, pantun ini merupakan kekayaan sastra bangsa kita ini. Pantun memiliki saja A-B-A-B yang pada intinya seperti yang telah saya tulis pada paragraf pertama diatas. Pantun umumnya dua baris pertama dan kedua adalah sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

Kalau saya sendiri mengatakan bahwa pantun adalah bagian dari bahasa, dimana fungsi utama bahasa adalah untuk berkomunikasi, oleh sebab itu pantun dapat berfungsi sebagai ungkapan komunikasi. Dalam hal ini dapat berupa sebagai himbuan, anjuran, larangan, kejenakaan, bahkan sindiran sekalipun.

Pantun yang masih saya ingat semasa SD, kalau tidak salah saya pas baca di Buku Dektat Bahasa Indonesia yang dicetak oleh pemerintah begini pantunnya :
Kemumu didalam semak
Jatuh melayang selarasnya
Buat apa ilmu setinggi tegak
Tidak Sembahyang apa gunanya

Ya Itulah salah satu pantun yang sangat berkesan dan hafal diluar kepala sampai sekarang ini. Pantun diatas merupakan Pantun Nasehat. Selain Pantun Nasehat, pantun memiliki banyak lagi ragamnya seperti pantun Jenaka, Percintaan, Pantun Kepahlawanan, Pantun Agama dan beberapa jenis yang lain.
Pantun dibawah ini adalah contoh pantun agama :
Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Tuhan
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
Dan dibawah contoh pantun Jenaka :
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
Sementara itu pantun bertema Kepahlawanan :
Ditengah jalan ada sedan
Disebelahnya sedang berdiri pedagang sawi
Selama hayat masih dikandung badan
Jangan biarkan penjajah menyentuh bumi pertiwi

Sobat Pantun merupakan salah satu kekayaan intelektual bangsa kita tercinta, dengan berpantun sebenarnya kita melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia ini

Oke sobat, ayo kita berpantun.

Related Posts

14 comments:

  1. Jadi ingat SD-SMP lagi hehehe. Saya cendrung sebagai penikmat, soalnya kalau membuat sendiri agak susah ya (walau sempat lancar lho), terutama karena adanya peraturan rima harus AB-AB sempurna dari guru. Padahal kalo saja tidak sempurna, akan sangat mempermudah membuat pantun. Lagian kan rima tidak mesti AB-AB, bisa juga AB-BA, dan AA-BB.

    Ok selamat berpantun pak :D

    ReplyDelete
  2. waktu SD dulu saya malah bikin sebuah buku yang isinya pantun karangan saya semua. tapi sekarang udah ilang itu buku.. hehe..

    btw kalo gak salah yang paling sering keluar di buku bahasa yang "asam kandis asam gelugur..." itu kan ya?

    ReplyDelete
  3. biasanya orang melayu pandai membuat pantung. Tapi, kalau pantun gak lengkap asal comot belakangnya aja gimana bro? masuk kategori nggak?
    ex: kepasar beli kedondong, ikut dong... :mikir:

    ReplyDelete
  4. Dulu saya suka buat pantun, tapi karena sudah lama gak bikin jadinya sekarang susah

    ReplyDelete
  5. Bersaing lagi dengan Malaysia nih. Mereka kan juga punya yang namanya pantun. Dan sukses buat batik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Berikutnya apalagi nih???

    ReplyDelete
  6. ayo berpantun... Maju...
    :kabur:

    ReplyDelete
  7. Hmmm...

    Dulu banged jaman SD iya, tugas guru tuh disuruh hapalin pantun. Tp skrg udah uzur, da lupa2 deh :)

    ReplyDelete
  8. kalau tidak salah budaya berbalas pantun masih terus diterapkan di beberapa daerah ya... kadang suka terkaget2... wuiihhhhh kok bisa ya mereka2 itu 'menciptakan' pantun dengan spontan untuk membalas pantun yang lainnya... ck..ck...

    ReplyDelete
  9. Waduh ga bisa bikin pantun :mumet:

    ReplyDelete
  10. paling suka dengar orang berpantun..
    tapi paling ga' bisa bikin pantun... :menengo:

    ReplyDelete
  11. pantun ngene iki digoleki nang google enek gak ya?? njajali tak golekane disik...

    wah, ternyata wis akeh put...

    ReplyDelete
  12. Wah asyik tuh maen pantun-pantunan

    :hepi:

    ReplyDelete
  13. @endhop: wis akeh rupane
    @miss cyber: memang asyik

    ReplyDelete
  14. Mas di komment ku yang diatas kok ada gambarnya gitu ?? padahal aku kan gak ngasih?? tolong dihapus yah...

    ReplyDelete