March 10, 2014

Movie Review 300 Rise of an Empire

| March 10, 2014
Malam tadi empunya blog berkesempatan nonton 300 Rise of an Empire. Berawal dari rasa kecewa setelah menonton  bola karena tim kesayangan saya Fiorentina harus kalah dari Juventus. Langsung saja menuju XXI Kalibata. Kali ini memang sengaja untuk menonton 300 Rise of an Empire. Berikut ini review saya setelah menonton 300 Rise of an Empire ini.
300 Rise of an Empire Movie
Alur Cerita
Alur cerita dalam 300 Rise of an Empire ini berkaitan erat dengan film sebelumnya, 300 (Spartan). Karena cerita Film 300 Spartan merupakan bagian cerita dari 300 Rise of an Empire ini. Cerita film ini dimulai dari awal ketika seorang pemimpin pasukan perang Yunani Themistokles (diperankan oleh Sullivan Stapleton) dalam suatu pertempuran berhasil membunuh King Darius dari Persia tepat dihadapan putra King Darius, King Xerxes. Dalam masa berkabuhnya King Xerxes dengan bisikan Artemisia (diperankan Eva Green) seorang jendral perang perempuan yang mempunyai masa lalu yang kelam dengan pasukan sipil Yunani.

Dimulailah serangan dari Persia, dengan segala upaya Themistokles mempertahankan persatuan Yunani, salah satunya dengan meminta bantuan dengan pasukan Sparta, dalam perjalanannya Pasukan Sparta yang dipimpin King Leonidas dikalahkan oleh oleh pasukan King Xerxes (bagian ini diceritakan secara lengkap di Film 300 Spartan). Akhirnya dengan keadaan sangat terdesak dan dengan pasukan seadanya Themistokles harus melawan pasukan dari persia. Ending film ini menandakan kalau akan ada sekuel film selanjutnya. 

Karakter
Kalau di sekuel pertama, kita disuguhkan dengan keberanian seorang King Leonidas (diperankan Gerald Butler), di 300 Rise of an Empire ini akting Sullivan Stapleton yang didapuk sebagai Themistokles mampu menutupi kekurangan film secara keseluruhan. Eva Green yang didapuk sebagai tokoh antagonis mampu mengimbangi Sullivan Staptelon karena memang kedua karakter ini yang paling banyak muncul di scene.

Sinematografi
Menurut saya kekurangan film ini adalah di efek visualnya, terlalu "Bloody", hal ini membuat seakan akan kurang real. Cukup sewajarnya saja, yang seharusnya ditonjolkan adalah tiap karakter bukan efek yang berlebih.

Pesan Moral
Kalau mengamati dengan seksama film ini, sebenarnya banyak pesan moral yang diambil, beberapa pesan moral yang dapat saya petik dari film ini yang artinya antara lain sebagai berikut :
" Masa depan dapat digambarkan dari apa yang kerjakan saat ini - Themistokles"
" Saat perjuangan terasa berat, coba lihatlah orang yang juga berjuang disekelilingmu, orang-orang yang kamu cintai - Themistokles"
Overall film ini layak untuk ditonton, sebagai hiburan dan beberapa bagian scene didalamnya memberikan pelajaran yang dapat diambil. 

Related Posts

4 comments:

  1. waduh, saia malah belum pernah nonton pelem itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Layak kalau dijadikan sebagai tontonan yang menarik

      Delete
  2. Saat perjuangan terasa berat, coba lihatlah orang yang juga berjuang disekelilingmu, orang-orang yang kamu cintai "

    Super sekali... ijin comot ya

    ReplyDelete