June 13, 2014

Materi Bahan Pelatihan atau Workshop

| June 13, 2014
Mengisi Pelatihan atau Workshop
Beberapa waktu kemarin, empunya blog diberi tugas amanah oleh perusahaan, untuk menjadi salah satu narasumber pelatihan dalam kegiatan orientasi penerimaan pegawai baru. Durasi waktu sesuai schedule lumayan panjang, seharian penuh. Pelatihannya sendiri dilaksanakan ditempat yang lumayan adem yaitu di Gedung Soedirman, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur.

Kebetulan materi yang harus empunya blog bawakan cukup teknis. Dengan materi tersebut ditambah waktu yang lumayan lama, pasti akan membuat membuat pelatihan itu menjadi membosankan memerlukan fokus yang lebih. Terkadang suasana yang terlalu serius justru membuat proses pembelajaran tidak maksimal.

Lalu terpikir bagaimana cara agar situasi diskusi menjadi senyaman mungkin ? Pertama saat pembukaan, masih pagi dan bersemangat, semangat pagi ini yang harus ditetap dipertahankan selama pelatihan.
Bagaimana membuat peserta tentang nyaman dan fokus
“Buat kata tertentu sebagai password, saat password kita sebutkan, audience harus mengikuti dengan kata tertentu. Sebagai contoh instruktur mengucapkan password “Selamat Pagi” audience menjawab “wow, yes, Luar Biasa”. Semangat inilah yang harus kita ucapkan lagi disaat peserta kelihatan menurun semangatnya saat kegiatan berlangsung.
Suasana pelatihan
Materi yang diberikan secara terus menerus terkadang kurang maksimal. Saat terlihat audience sudah mulai tegang, wajah terlihat jenuh, sebaiknya harus direfresh lagi. Agar tetap bersemangat, audience direfresh kembali. Caranya bisa dengan membuat game, Tebak-tebakan menarik, atau semacam ice breaking. Anda harus bisa membawa suasana kembali fresh, ceria dan menyenangkan. Beberapa contoh Game yang bisa diterapkan dalam sebuah pelatihan untuk memecah kepenatan :

Game kekompakan. 
Pertama arahkan peserta pelatihan membentuk lingkaran dengan posisi berhadapan. Cara bermainnya adalah posisi ditengah lingkaran. Saat anda menunjuk salah seorang peserta, peserta tersebut harus mulai menghitung dari satu, kemudian peserta disebelahnya melanjutkan dua dan seterusnya (searah jarum jam). Permainannya adalah saat menemuai angka kelipatan 4, tidak boleh disebutkan angkanya tapi harus diganti dengan kata, bisa “Yes”, “Wow”. Permainan ini menyenangkan. Permainan bisa selesai kalau saat satu putaran penuh, tidak ada yang keliru.


Contoh Tebakan. 
Anda bisa memberikan pertanyaan tebakan seperti : “Saya punya 8 buah bola, dengan ukuran, bentuk dan warna yang sama. Tapi 1 diantara bola tersebut mempunyai berat yang lebih. Timbangan yang digunakan adalah timbangan emas/timbangan neraca/timbangan 2 sisi. Bagaimana caranya mengetahui bola yang paling berat tersebut, jika kita dibatasi hanya boleh menimbang sebanyak 2 kesempatan saja”. Saat memberikan tebakan ini, bikin hal yang menarik, membuat bersemangat, kalau perlu hadiah bagi yang bisa menjawab.


Contoh Ice breaking 
Bisa dilakukan dengan cara saling memijat teman yang disebelahnya, secara bergantian (tapi harus diperhatikan susunan anggota, pisahkan antara laki-laki dan perempuan). Hal lain yang bisa dilakukan adalah : Anda berdiri didepan. Supaya hangat gosok-gosok telapak tangan anda, agar yang anda lakukan ini diikuti oleh peserta. Setelah digosok tempelkan kedua tangan anda di pipi, peserta akan mengikuti anda. Gosok kembali tangan anda, 5 detik kemudian sambil memberi contoh anda mengajak dan berkata “tempelkan telapak tangan dipundak, peserta akan mengikuti anda. Untuk menguji kejelian peserta kembali gosok-gosok tangan anda, anda katakan “Tempelkan telapak tangan di dagu” , namun anda mencontohkan telapak tangan anda menempel di dahi. Disini akan terlihat perserta yang kritis, yaitu yang menempelkan telapak tangan di dagu sesuai perintah, namun ada juga yang menempelkan telapak tangan di dahi, karena mencontoh anda.


Yang terpenting dari sebuah pelatihan atau workshop adalah sejauh mana materi yang diberikan dapat terserap dengan baik oleh peserta. Mensederhanakan penjelasan tanpa mengurangi inti yang dimaksud sangat perlu dilakukan. Hindari penjelasan yang berbelit-belit. Buat penjelasan dengan sederhana dan mudah dimengerti. Ini murni hanya dari pengalaman penulis, semoga bermanfaat.

Related Posts

4 comments:

  1. waktu yg lama memang bisa membosankan bagi peserta...tetapi dengan memberikan beberapa variasi seperti ice breaking dan game...diharapkan peserta workshop bisa tetap semangat hingga workshop berakhir....
    keep happy blogging always,,salam dari Makassar ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya benar pak har memang kalau jadi pembicara itu tidak satu arah. juga harus tau kondisi peserta. Kira-kira apa yang telah disampaikan itu jelas apa tidak.

      Delete
  2. Ahahaha.... Aku mau diberi amanah juga dongggg.... Memberikan tips-tips pumping di tempat kerja sajo yaaa... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sepertinya lebih privat, tidak bisa sembarangan

      Delete