15 June 2008

Alun - alun Thamrin dan Ringin Budho kota Pare

9 comments

Kali ini kita mengunjungi salah satu sudut kota Pare yg cukup terkenal bagi warga Pare dan sekitarnya…yak betul Alun-alun Thamrin. Sebetulnya yang disebut Alun-alun Thamrin oleh warga Pare adalah taman kota yang berlokasi di bekas lapangan Persendo (nah apa itu Persendo, penulis sendiri juga belum menemukan narasumber pastinya).



Taman kota ini sendiri dibangun untuk mengenang pencapaian Pare yang pernah mendapat Piala Adipura untuk kategori kota kecil. Ya, piala yang dulu pernah diberikan kepada kota-kota yg berpredikat “Terbersih” itu pernah didapat Pare sebanyak 2 kali (tepatnya kapan penulis lupa). Karena Pare tidak mempunyai alun-alun sebagaimana kota lainnya (justru alun-alun Pare jaman Belanda dulunya adalah bertempat di terminal angkota dekat pasar Pare), maka warga Pare menganggap taman tersebut sebagai alun-alun.



Nama Thamrin ini yg aneh..karena di Pare tidak ada jalan atau bangunan dengan nama MH. Thamrin, nama pahlawan nasional kita. Menurut sumber yang tidak bisa dipercaya kebenarannya, warga Pare menyebut taman ini dg Taman Ringin Budho (disingkat Tamrin….). Ringin Budho itu apa, mungkin akan dibahas di lain waktu. Nah, jadilah nama Alun-alun Thamrin itu.



Di malam hari, terlebih-lebih malam Minggu, Thamrin dipenuhi oleh warga Pare, baik tua maupun muda tumplek blek di sini. Tak ada aktivitas khusus di sana, ya sekedar kongkow, mejeng, atau bahkan momong anak…Pedagang kaki lima ? Jangan tanya lagi…penuh sesak. Mulai dari penjual makanan, mainan, minuman, dan lainnya bersaing di sini. Untungnya, kebersihan taman ini tetap terjaga. Lihatlah dari foto-foto berikut, yang diambil pada Minggu pagi tanggal 27 Januari 2008, beberapa orang petugas kebersihan membersihkan sampah-sampah di seputar taman.



Ya syukurlah..biasanya kebanyakan orang kita itu pintar membangun tapi tidak pintar merawat. Keberadaan Alun-alun Thamrin memang cukup dsc00132.jpgdirasakan manfaatnya bagi warga Pare yang haus akan adanya ruang terbuka untuk publik di kotanya. Seharusnya taman seperti ini ditambah lagi jumlahnya di tempat lain di sudut kota Pare. Kelak mungkin warga Pare juga bisa menikmati taman yg seperti di kota-kota besar. Ada fasilitas bermain dan belajar, yang dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak, ada hotspot WIFI bagi mereka yg ingin “surfing internet” di taman, dan yang terpenting memberi pelajaran bagi warga kota akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, demi kenyamanan hidup di kota yang semakin panas ini. Semoga kelak mimpi itu terwujud

Penulis : admin parekita.wordpress.com

Related Posts

9 comments:

  1. apek yo ternyata pare put... I Love PaRe...!!!

    ReplyDelete
  2. waaah belum pernah nyampe kesana euy... :D

    ReplyDelete
  3. Wih, enak juga tuh taman buat duduk santai sama keluarga ... ehem ... apalagi sama yayangnya ;-P ... emang terkadang kita senang menikmatinya, tapi susah untuk merawatnya. Sayang juga, kalo misal yang tadinya rindang, enak dipandang, eh tau taunya dah ada coret2an pilox didinding tamannya :( ... btw ide kalo taman itu ada hot spotnya enak tuh ... sambil anak2nya main, bapaknya maen internet ;-P ...

    ReplyDelete
  4. Salam
    tempatnya asri dan bersih yah, duh kapan kesana, suatu hari? mungkinkah?? namnayna aneh juga ya Taman Tingin Budho.. baru denger aku :)
    btw trims ya dah mampir di blog saya, salam kenal aja.
    -nenyok-

    ReplyDelete
  5. mampir ke sini, mas ciput...
    mosok sampean thok sing dolan nang parekita.
    bagus....
    (-mbah admin parekita)

    ReplyDelete
  6. difoto i sing apik apik thok sawangane...

    ReplyDelete
  7. @dina : Sekali-kali perlu ke pare din
    @Fadly rizal : mari kita majukan kota pare

    ReplyDelete

Recent Posts