Operasi Hernia

Standard

Beberapa waktu lalu ada yang aneh pada pangkal lipat paha saya, sebenarnya itu sudah muncul kurang lebih 6 atau 7 bulan sebelumnya. Namun belakangan nampak membesar. Saat itu saya sedang bekerja di proyek, jadi saya periksakan dokter yang ada di proyek. Kata dokternya kemungkinan besar hernia. Dan saya diberi pengantar untuk memeriksa ke dokter yang lebih ahli. Jadi saya putuskan malamnya setelah proyek saya periksa ke RSUD karimun. Dengan diantar driver proyek saya di drop di RSUD Karimun.

Disana jam setengah delapan malam. Rupanya hanya ada satu dokter jaga, setelah berkonsultasi saya dianjurkan langsung ke tempat dokter ahli yang sedang praktek. Saya nanya ke orang disitu alamat dokter yang bersangkutan, yaitu di daerah padimas. Saya keluar RS, dan mencegat angkot, lama nunggu kok enggak muncul-muncul rupanya jam segitu sudah tidak angkutan umum lagi. Setelah beberapa lama ada seorang yang menawari bantuan kebetulan dia searah juga ke padimas.

Sampai di padimas, ternyata tempat itu hanya apotek, sementara tempat prakteknya sudah pindah. Akhirnya ada petugas apotek itu yang bersedia mengojekkan sepedanya untuk mengantarkan saya ke tempat dokter itu di Balai tepatnya. Sesampainya disana, dokter yang bersangkutan ternyata memakai sarung habis tidur dan tidak sedang praktek. Namun saya beranikan diri itu bertanya. Akhirnya saya disuruh masuk ruang periksa.

Setelah beberapa waktu memeriksa dokter itu bertanya “Dari mana mas?” “Surabaya” jawab saya. “Anak ITS ya mas?” tanya lagi dokter itu. “Oh ya dok? lha dokter sendiri” “Saya Jogja” “UGM ya dok” “Benar”. Akhirnya dengan sedikit bercanda saya pamit.

Akhir Pekan itu saya meminta ijin kepada kepala proyek saya, bahwa jadwal pulang saya dipercepat seminggu dan saat pulang itu saya ijin untuk berobat sekalian. Saya pulang hari sabtu dan hari senin saya periksa ke RSUD Dokter Soetomo surabaya, karena prosedurnya yang lama, akhirnya saya langsung mencari dokter ahlinya. Akhirnya Rabu sore saya konsultasi dan Kamis pagi saya dioperasi Hernia di RS Onkologi yang tepatnya dibelakang kampus saya Dulu ITS.

Operasi dilakukan jam 8 pagi. Namun saya sudah harus datang di RS jam 6.45 WIB, jadi jam 5 saya sudah berangkat dari kost adik saya di daerah Menur. Saat tiba RS masih sepi, namun beberapa saat lagi ada petugas yang datang. Saya dipanggil untuk memenuhi permintaan sebelum operasi seperti tanda tangan dan persiapan anastesi.

Operasi dilakukan pada tanggal 29 juli lau jam 8 pagi, saya dimasukkan infus dan dibawa keruang operasi. Saya di suruh tidur miring seperti embrio kemudian tulang belakang saya disuntik dua kali, berapa saat kemudian saya marasa terkantuk, namun masih teringat ada beberapa orang yang mengutak-atik badan saya. Tak berapa lama saya tertidur.

Kemudian saya tersadar sekitar jam 12 Siang. Saya dibawa ke ruang rawat. Setengah badan saya kebawah terasa tidak ada, kaki tidak bisa digerakkan, di cubit pun tidak terasa, karena pengaruh obat bius yang masih ada. Akhirnya pada sore hari menjelang malam saya sudah bisa menggerakkan kaki, dan berjalan ke kamar mandi, walaupun pada bagian yang luka ada terasa sedikit nyeri.

Besoknya saya diijinkan dokter pulang. Saya bersama Ibu pulang ke Kediri, istirahat dirumah, dan hari rabu minggu depannya saya kontrol lagi ke Surabaya. Setalah kontrol dan dinyatakan baik, saya hari selasa berikutnya sehari sebelum puasa, saya sudah terbang lagi ke karimun, bergabung lagi dengan tim proyek, yang sedang mengejar progres agar proyek segera selesai tempat waktu. Alhamdulillah sampai saat menulis diblog ini saya sudah bisa fight dengan teman-teman diproyek lagi.

Manisnya buah kesabaran

Standard

Pernahkah sobat diuji kesabarannya dalam menghadapi suatu hal? tentu pasti pernah, semua orang pasti pernah begitu juga dengan saya. Ini contoh kecil yang saya alami, Beberapa waktu lalu, saat itu saya ingin bertemu seseorang yang senior untuk berdiskusi untuk menyelesaikan masalah, tidak butuh waktu lama karena hanya ingin memastikan ya apa tidak, sepuluh menit diskusi namun saya harus menunggu 3 jam. Terang saja gejolak rasa “nggrundel”, ngomel didalam hati itu muncul berjam-jam selama menunggu, dan awal diskusi pun kurang nyaman karena kita sudah keluh kesah terlebih dahulu. Dalam pengalam itu saya merenung, coba kalau saat itu saya tidak sabar, mungkin saya tidak jadi menunggu, sehingga masalah belum ketemu solusi. Memang saat itu saya rasakan sabar tidak mudah namun saya yakin sesuatu hasilnya akan lebih baik jika dilakukan dengan sabar.

Itu tadi hanya contoh kecil dari yang saya alami, coba kita renungkan ujian-ujian kesabaran yang diberikan Alloh SWT kepada saudara-saudara kita yang ada diluar sana. Saudara kita di Palestine atau juga saudara kita yang diuji kita dengan sakit, saudara kita yang diuji dengan kemiskinan diluar sana. Menulis ini membuat saya tersenyum-senyum kecut sendiri saat kemarin saya “mencak-mencak” kehilangan kesabaran saat godaan kecil datang pada saya. “Dasar empunya blog kampretan juga”…

Itulah manusia, mahluk yang lemah, mudah goyah pendirian untuk selalu bersikap sabar. Oleh sebab itulah kita diharamkan sombong. Apalagi sombong ayam, di tangkap polisi malah. Baca : sabung. Sepatutnya lah kita selalu meminta perlindungan Kepada Allah SWT. Sabar harus dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan. Pekerjaan, Jodoh, Rumah Tangga, Lingkungan sehari-hari dan dimanapun kita berada. Kesempatan baik waktu ini karena bertempatan dengan Bulan Ramadhan 1431 Hijriah, bulan suci yang selalu kita rindukan ditiap tahunnya. Serta Beberapa hari lagi ini bangsa kita akan memperingati Hari Kemerdekaan yang ke 65 Tahun.

Tulisan ini mengajak saya sendiri khususnya dan sobat pemabaca agar hari esok kita lebih baik dari hari kemarin atau sekarang.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa, Menderka!!!