Category: Uncategorized

Uncategorized

Main-main ke Malino

Hari minggu kemarin saya dan teman-teman menyempatkan diri datang ke Malino. Bertujuan untuk merefresh pikiran yang penat, jadi kami putuskan untuk melihat pemandangan bagus disepanjang perjalanan, dan tempat dipegunungan Malino lah yang kami pilih. Berangkat setelah sholat Dzuhur, dari proyek kami menempuh waktu kurang lebih satu jam setengah untuk dapat sampai di tempat tujuan. Disepanjang perjalanan saya melihat adanya waduk plus keindahan tanamah hijau yang menghampar disepanjang perjalanan membuat mata ini kembali segar.

Pemandangan Hijau Disepanjang perjalanan.
Skrinsyut diatas adalah sawah yang sepertinya menemani kami disepanjang perjalanan. Setelah satu setengah jam akhirnya kami sampai di hutan pinus Malino. Sebenarnya masih ada air terjun, namun kami putuskan berhenti disini saja. Hanya modal 2 ribu perak per orang kami masuk taman hutan pinus dan mengambil beberapa foto disana. Biar tidak katakan hoax, saya lampirkan skrinsyutnya dibawah ini :

Kami berkeliling dan berkutat untuk menikmati sejuknya hutan pinus ini, kebetulan sudah sore hari. Rombongan bersemangat ambil beberapa foto disini. Rupanya banyak juga keluarga yang singgah ditempat ini, hanya sekedar untuk melihat lihat ataupun naik kuda yang disewakan.

Tak terasa waktu sudah sore jadi kami putuskan untuk mengakhiri perjalan ini dan kembali ke Proyek. Kebetulan saat pulang, kami melewati bendungan yang dibuat oleh perusahaan saya. Jadi kami putuskan untuk mampir sebentar disitu yaitu Bendungan Konsolidasi Tahap I. Walaupun sudah kurang lebih 2005 namun bangunannya masih seperti baru dibuat.


Karena hari sudah sore mau malam, kami lanjutkan perjalanan ke Proyek. Hari yang membuat lebih fresh dan supaya bersemangat di esok harinya.

Uncategorized

Pantai Losari Makassar

Kemarin adalah hari minggu. There isn’t different between Sunday and Other day. Kalau di proyek serasa kalender hitam semua. Namun disisi lain saya bisa merubah yang kalender yang hitam menjadi merah. Bingung kan?… Maksud saya adalah ditengah kepenatan ada baiknya kita melakukan kegiatan menghibur, maksudnya adalah supaya kita tetap fresh dalam kondisi penuh tekanan. Dari pemikiran inilah kemarin sore saya yang sudah hampir 6 bulan di Makassar, mau jalan-jalan ke pantai. Dan Pantai Losari adalah tujuan saya.

Saya meninggalkan proyek (baca:tempat kerja) jam setelah lima sore. Dari depan proyek naik angkot turun di MTC Karebosi. Kemudian sedikit nyebrang untuk menjambung angkot arah jurusan Cendrawasih. Kebetulan saya berdua dengan teman sekantor saya. Tak berapa lama kami tiba di Pantai Losari. Matahari yang mau tenggelam terlihat cantik di ujung laut sana. Ya Kami melihat sun set.

Sun Set Matahari di Losari

Pertama kami berjalan dari tempat turun angkot tadi, dan tidak berapa lama kami berada di Pantai Losari. Disana penuh sekali orang sore itu. Mulai dari orang yang nimbrung saja, pasangan pacaran. Memang air di pantai ini agak keruh, mungkin karena pengaruh lumpur ya. Memang ini bukan pantai yang berpasir. Namun cukup dibuat melepas penat sambil memandang arah matahari yang mulai terbenam.

Orang-orang yang mau naik perahu

Saya mencoba untuk naik perahu yang disewakan disana. Satu orang 5 ribu perak untuk sekali putaran. Lumayan buat refreshing keluarga. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Yang penting sudah mutar pantai, walaupun waktunya hanya sebentar saja.

Seorang perempuan yang asyik menikmati sun set matahari Losari *maap ke Jepret*

Sore semakin sore, batas matahari dan laut sudah hampir berhimpit. Pertanda puncak keindahan sun set disore hari. Kami habiskan waktu untuk duduk melihat matahari itu. Hingga senja dan alunan Adzan Magrib memanggil untuk kita sejenak menghadap kepadanya. Great day at Losari. Saya sholat magrib dan pulang dengan membawa semangat baru untuk menyelesaikan tugas esok hari yang masih menyongsong.