Pembelajaran

Kisah sahabat tentang keadilan

Sering seorang pejabat atau penegak hukum tidak dapat berlaku adil jika dia mendapat uang sogokan atau yang dihukum adalah keluarganya sendiri. Padahal itu adalah perbuatan dosa. Pernah seorang Yahudi di Mesir yang menolak digusur rumahnya untuk perluasan masjid oleh Gubernur Mesir, Amr bin Ash. Padahal dia dapat ganti rugi yang pantas. Akhirnya orang Yahudi itu pergi ke Madinah untuk menemui Khalifah Umar bin Khathtab RA.

Setelah menceritak masalahnya, Umar RA mengambil sebuah tulang unta kemudian menorehkan garis lurus dari atas ke bawah kemudian dari kiri ke kanan sehingga berbentuk silang. Oleh Umar RA, tulang itu diserahkan kepada orang Yahudi tersebut.
“Bawalah tulang ini, dan berikan kepada Gubernur Mesir, Amr bin Ash. Katakan ini dari Umar bin Khaththab”, begitu kata Unar RA.

Orang Yahudi itu meski merasa aneh, namun memberikan tulang itu kepada Amr bin Ash. Muka Amr bin Ash segera pucat pasi begitu melihat tulang yang digaris dengan pedang itu. Orang Yahudi itu bertanya mengapa Amr bin Ash begitu melihat tulang itu begitu ketakutan dan segera mengembalikan rumahnya?

Amr bin Ash menjawab, “Ini adalah peringatan dari Umar bin Khaththab agar aku selalu berlaku lurus (adil) seperti garis vertikal pada tulang ini. Jika aku tidak bertindak lurus, maka Umar akan memenggal leherku sebagaimana garis horisontal di tulang ini.”

Uncategorized

Main-main ke Malino

Hari minggu kemarin saya dan teman-teman menyempatkan diri datang ke Malino. Bertujuan untuk merefresh pikiran yang penat, jadi kami putuskan untuk melihat pemandangan bagus disepanjang perjalanan, dan tempat dipegunungan Malino lah yang kami pilih. Berangkat setelah sholat Dzuhur, dari proyek kami menempuh waktu kurang lebih satu jam setengah untuk dapat sampai di tempat tujuan. Disepanjang perjalanan saya melihat adanya waduk plus keindahan tanamah hijau yang menghampar disepanjang perjalanan membuat mata ini kembali segar.

Pemandangan Hijau Disepanjang perjalanan.
Skrinsyut diatas adalah sawah yang sepertinya menemani kami disepanjang perjalanan. Setelah satu setengah jam akhirnya kami sampai di hutan pinus Malino. Sebenarnya masih ada air terjun, namun kami putuskan berhenti disini saja. Hanya modal 2 ribu perak per orang kami masuk taman hutan pinus dan mengambil beberapa foto disana. Biar tidak katakan hoax, saya lampirkan skrinsyutnya dibawah ini :

Kami berkeliling dan berkutat untuk menikmati sejuknya hutan pinus ini, kebetulan sudah sore hari. Rombongan bersemangat ambil beberapa foto disini. Rupanya banyak juga keluarga yang singgah ditempat ini, hanya sekedar untuk melihat lihat ataupun naik kuda yang disewakan.

Tak terasa waktu sudah sore jadi kami putuskan untuk mengakhiri perjalan ini dan kembali ke Proyek. Kebetulan saat pulang, kami melewati bendungan yang dibuat oleh perusahaan saya. Jadi kami putuskan untuk mampir sebentar disitu yaitu Bendungan Konsolidasi Tahap I. Walaupun sudah kurang lebih 2005 namun bangunannya masih seperti baru dibuat.


Karena hari sudah sore mau malam, kami lanjutkan perjalanan ke Proyek. Hari yang membuat lebih fresh dan supaya bersemangat di esok harinya.