ciput mardianto

ciput mardianto

Menikmati Pekerjaan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Hari ini saya harus berangkat dari Makassar ke Jakarta untuk mewakili atas saya, besok ada rapat koordinasi bulanan di kantor pusat Jakarta. Hanya sehari saja senin esok. Sore tadi jam 2 berangkat dari Makassar. Tiba di Jakarta, Alhamdulillah tidak macet karena hari minggu. Kebetulan penginapan sebelah sama kantor (50 meter doang).

Setibanya di Penginapan langsung saja makan soto dijalan Otista, kangen sekali rasanya setelah beberapa waktu tidak mampir kesini. Ngomong-ngomong soal tugas dinas luar kota (baca:perjalanan singkat), empunya blog ini beberapa kali mengalami perjalanan singkat. Beberapa waktu lalu karena ada utusan mendesak, Berangkat dari Makassar jam 2 siang, sampai di Jakarta muter-muter dan jam 12 kembali lagi ke Makassar sampai jam 4 dan pagi harus bekerja lagi sampai jam 8 malam dikantor.

Weit stop! bukan, sama sekali tulisan bukan dibuat untuk mengeluh, orang saya perjalanan de el el-nya dibayarin kantor dan setiap saya kerja diluar jam saya dibayar. Maksud saya adalah bagaimana kita memaknai pekerjaan (baca:amanah) yang diserahi kepada kita. Saya sangat bersyukur atas apa yang terjadi pada diri saya saat ini. Coba bayangkan pekerja tol yang hanya duduk melihat-lihat mobil. Sopir taksi yang tetap bekerja di Hari Minggu.

Faktnya adalah bahwa sebagian besar waktu dalam hidup kita adalah digunakan untuk bekerja, So menikmati apa yang kita kerjakan adalah salah satu kunci menikmati kehidupan kita.

Bagaimana dengan orang harus “terpaksa” bekerja dengan waktu yang lebih yang lain dikarenakan amanah atapun tanggung jawab? saat saya bertanya pada sopir taksi yang saya tumpangi, pak Minggu sore ini kok masih tetap menarik, tidak libur sama keluarga ? “Pinginnya sih mas, tapi saya bekerja untuk biaya anak2 saya”. Ini adalah motif demi. Demi sebuah tanggung jawab, demi sebuah keluarga…

Pada saat anda, saya atau siapapun dalam kondisi seperti ini… Lebih mendalam lagi dalam memaknai. Membuat atau menyikapkan dan menanamkan diri bahwa bekerja adalah ibadah. Menanamkan motif bekerja karena ibadah membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, membuat kesulitan menjadi sebuah motivasi untuk belajar. Tak lebih baik kecuali apa yang kita lakukan adalah mendapatkan RidhoNya. Luangkan banyak waktu untuk keluarga kalaupun karena sesuatu hal tidak bisa, maka sesuatu hal tersebut adalah demi kepentingan keluarga dan orang yang kita cintai.

Jakarta 5-2-2012, Bertepatan dengan Maulid Nabi Junjungan Besar Kita Muhammad SAW. Di Park HotelSambil Lihat Streaming Fiorentina vs Udinese, serta mempelajari materi presentasi untuk esok hari (untuk sementara fiorentina tertinggal 0-1).

0 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.