Kualitas audio terbaik dengan MAD decoder

Standard
Mad decoder untuk kualitas audio yang bagus

Sebagai penikmat musik tentunya kita berharap kualitas audio yang kita dengarkan juga bagus. Untuk musik desktop atau musik yang diputar dikomputer, banyak hal yang mempengaruhi kualitas audio yang dihasilkan. Namun pada dasarnya kita dapat membaginya menjadi 3 Hal yang menentukan yaitu Resource data, Processing data, dan Output Device. Mari kita bahas satu-persatu :

Resource data
Yang dimaksud resource data adalah tipe audio file yang diputar. Yang paling populer Mp3, Format mp3 ini adalah format yang banyak dipakai dengan ukuran kecil namun kualitas audio masih tetap baik. Untuk type yang lainnya seperti Flac, flac ini termasuk lossless, kompresi file yang dilakukan mengurangi sedikit sekali dari file dasarnya, namun kelemahannya ukuran file yang cukup besar jika dibandingkan dengan mp3. Ada juga type lain seperti WAV, OGG, WMA dan lain-lain. Artinya jika file audio yang diputar bagus hasilnya pun akan bagus.

Processing data
Pada pemrosesan data, banyak sekali hal yang menentukan seperti Jenis audio player yang digunakan, beberapa pilihan audio player di Windows dapat dilihat pada link ini, decoder audio yang digunakan. Kemudian apakah menggunakan enhancement add on pada audio player bersangkutan,  serta juga penggunaan jenis soundcard sangat berpengarus sekali pada output yang dihasilkan.

Output Device
Yang saya maksud disini adalah  kualitas speaker yang digunakan baik speaker desktop, Ear Plug, In Ear Monitor, Headphone dan lain-lain sangat berpengaruh sekali. Sebagus apapun file yang diputar kalau speakernya tidak bagus ya tentu hasilnya kurang memuaskan.

Dari ketiga hal tersebut diatas, yang ingin empunya blog bahas adalah peningkatan kualitas audio dengan menggunakan decoder MAD. Apa decoder MAD itu ? langsung dicomot dari situs pengembangnya, dijelaskan bahwa :

MAD is a high-quality MPEG audio decoder. It currently supports MPEG-1 and the MPEG-2 extension to lower sampling frequencies, as well as the de facto MPEG 2.5 format. All three audio layers — Layer I, Layer II, and Layer III (i.e. MP3) — are fully implemented.

Kalau pengalaman dari empunya blog penggunaan MAD ini sangat berpengaruh dengan kualitas suara yang dihasilkan. Audio yang dihasilkan lebih jernih, natural, jelas (dengan catatan file yang diputar juga harus yang baik). Dengan sumber audio yang sama, output yang dikeluarkan MAD lebih bagus.

Penggunaan decoder MAD di windows 
Untuk dapat menggunakan MAD, salah satunya adalah dengan memakai Winamp dan Add on-nya. Dari pengalaman penulis, Type winamp yang support sama add on MAD adalah winamp generasi 2. Jadi ada dua komponen yang harus didownload yaitu:
1. Winamp 2, bisa didownload di link ini
2. MAD plug-in 0.14.2b.exe, bisa didownload di link ini

Langkah-langkah installasi :
1. Install winampnya, kalau selesai & muncul winamp, diclose dulu.
2. Install MAD plug-in 0.14.2b.exe
3. Buka aplikasi winamp dan tekan Control + P
4. Pilih Plug-in dan pilih input, akan terlihat :

Mad Plug-in [in_mad.dll]

5. Jika terlihat MAD plug-in seperti diatas berarti sudah ok
6. Default decoder untuk Mpeg adalah Nullsoft MPEG Audio Decoder

Decoder Default Winamp [in_mp3.dll]

7. Agar tidak bentrok maka hapus yang [in_mp3.dll] caranya :
8. Matikan aplikasi winamp terlebih dahulu
9. Buka di drive C: kemudian program filewinampplugins
10. Hapus in_mp3.dll
11. Buka aplikasi winamp dan mad telah berfungsi.

Kalau semua sudah berjalan, anda hanya tinggal ke dapur dan bikin susu coklat atau kopi untuk menemani anda baca buku sambil mendengarkan musik. Baca juga postingan lain yang berhubungan dengan Audiophile lainnya, dengan klik link di Another stuf – Audiophile disidebar sebelah kanan.

Audiophile Link

Asyiknya memutar musik dengan Clementine

Standard

Berawal dari rasa kurang puas dari Audio player Banshee bawaan ubuntu 11.04, saya kemudian mencari Audio Player yang lain. Kemudian tidak lama saya menemukan Clementine. Jika kedengaran asing, maka memang wajar, karena Clementine memang baru saja dibuat.Kemudian saya install, wow fiturnya lengkap dan Tampilan yang enak dilihat mata.

Ternyata Clementine ini adalah program multicross platform, artinya bisa diputar di Linux, Windows atau Mac. Karena kalau tidak salah program ini dikembangkan dengan Qt. Untuk mencoba software ini silahkan langsung meluncur ke TKP disini!

Sampai tulisan ini saya buat, Clementine mempunyai versi yang terbaru 0.7. Musik Player ini terinspirasi oleh media player Amarok. Anda pasti tahu Amarok terutama yang menggunakan linux berdesktop KDE. Ya tampilannya memang mirip amarok tapi bedanya bisa di Install dimana saja.

Kelebihan dari Clementine ini seperti dijelaskan di website resminnya antara lain memiliki kelebihan :

  • Search and play your local music library.
  • Listen to internet radio from Last.fm, SomaFM, Magnatune, Jamendo and Icecast.
  • Create smart playlists and dynamic playlists.
  • Tabbed playlists, import and export M3U, XSPF, PLS and ASX.
  • CUE sheet support.
  • Visualisations from projectM.
  • Lyrics and artist biographies and photos.
  • Transcode music into MP3, Ogg Vorbis, Ogg Speex, FLAC or AAC.
  • Edit tags on MP3 and OGG files, organise your music.
  • Fetch missing tags from MusicBrainz.
  • Download missing album cover art from Last.fm.
  • Cross-platform – works on Windows, Mac OS X and Linux.
  • Native desktop notifications on Linux (libnotify) and Mac OS X (Growl).
  • Remote control using a Wii Remote, MPRIS or the command-line.
  • Copy music to your iPod, iPhone, MTP or mass-storage USB player.
  • Queue manager.

Namun yang membuat saya menyukai ini adalah pada saat saya terkoneksi dengan internet dan mendengarkan musik dengan Clementine ini, secara otomatis saya akan tahu lirik dari lagu yang saya dengarkan dan informasi mengenai lagu yang sedang saya putar ini secara langsung. Bagi yang suka lagu-lagu luar namun tidak hafal lirik, maka sangat cocok menggukanan clementine music player ini.



Silahkan Mencoba musik media player ini jika anda ingin mendapatkan suasana baru.