Setelah beberapa hari belakangan ini kutak-kutik laptop, Alhamdulillah akhirnya web blog viola.id ini, sekarang sudah saya buat aplikasi androidnya. Tampilannya sih simpel aja, namun saya sudah upayakan tampilannya kompatibel disemua hp android. Ya namanya juga aplikasi baru, mungkin masih saja akan dijumpai kekurangan-kekurangannya.
Motivasi lain untuk membuat apk blog ini adalah sebagai pemuas hasrat untuk membuat aplikasi android sendiri. Kemudian mencoba untuk tidak ketinggalan jaman. Sebagaimana kita ketahui saat ini aplikasi sudah menjadi bagian yang sangat dekat dengan pengguna internet. Paradigma blog pun juga berubah.
Kalau dulu ngeblog pakai komputer atau laptop, lama kelamaan orang jarang menggunakan kedua perangkat itu, yang sering dibawa adalah HP. Jadi orang sekarang ini lebih menyukai browsing menggunakan smartphone. Blog pun berubah ke arah Vlog.
Namun apakah Ngeblog sudah ketinggalan jaman. Tentu tergantung cara pandang kita. Klo pandangan ke arah Trend, memang blog trennya menurun. Namun klo kita ngeblog dengan tujuan ingin berbagi, menuliskan dan mengungkapkan isi hati, rasanya sampai kapanpun ngeblog tidak ada matinya. Sekarang balik lagi ke aplikasi. Ini adalah tampilan aplikasi blog viola.id di android :
Tampilan Logo di Menu Android
Tampilan Awal Aplikasi
Tampilan Ketika A
Aplikasi ini memang masih tahap awal. Bagi pembaca yang berminat untuk menginstall aplikasi ini bisa didowload disini. InsyaAllah aplikasi aman tanpa ada malware dan hal-hal yang tidak baik lainnya.
Saya tadi mengambil data harian kasus penyerbaran virus dari sini, mulai dari awal bulan Maret 2020 sampai dengan 7 Agustus 2020, kemudian data saya tabelkan dan bikin grafiknya dari Excel. Dan beginilah tampilan grafik tersebut (klik gambar untuk memperbesar) :
Plot Grafik dari data yang diambil
Dari grafik tersebut kemudian ditambahkan trendline, kemudian dari excel membuat trend line dan yang paling mendekati adalah persamaany = 0.0178x3 + 2.2691x2 – 26.248x – 145.21
Kemudian dari persamaan tersebut kita bisa mengira-ngira pada sampai akhir tahun 2020 berapa sih penyebarannya. Coba kita hitung berapa sih sampai dengan 31 Desember 2020?
Jumlah hari 31 Desember 2020 – 1 Maret 2020 = 305 Hari. Kemudian kita masukkan 305 kedalam persamaan ini y = 0.0178x3 + 2.2691x2 – 26.248x – 145.21 kemudian dari perhitungan didapat pada akhir Desember 2020, nilai y = 707.964.
Ini hanya asumsi sangat kasar, karena tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang sangat berpengaruh, faktor penghambat penyerbaran virus seperti improvement pelaksanaan PSBB, misal ditemukannya Vaksin, atau juga sebaliknya faktor yang mempercepat penyebaran misal faktor menurunnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol anti virus.
Tujuan tulisan ini adalah mengingatkan kembali untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, agar perkembangan virus bisa ditekan. Semoga bermanfaat terima kasih.
Update : 30 Agustus 2020. Coba kita inputkan persamaan diatas sampai dengan hari ini. 30 Agustus 2020 – 1 Maret 2020 = 182 hari. Kalau di masukkan ke y = 0.0178x3 + 2.2691x2 – 26.248x – 145.21 menjadi y = 177.547 sementara data dari perhitungan situs resmi 172.053. Memang ada selisih tapi trend nya masih grafik yang serupa.
Update : 11 September 2020. Coba kita inputkan persamaan diatas sampai dengan hari ini. 11 September 2020 – 1 Maret 2020 = 194 hari. Kalau di masukkan ke y = 0.0178x3 + 2.2691x2 – 26.248x – 145.21 menjadi y = 210.127 sementara data dari perhitungan situs resmi 210.940. Memang ada selisih tapi trend nya masih grafik yang serupa.
Update : 29 November 2020. Sekarang kita inputkan kembali persamaan diatas sampai dengan hari ini. 29 November 2020 – 1 Maret 2020 = 273 hari. Kalau di masukkan ke y = 0.0178x3 + 2.2691x2 – 26.248x – 145.21 menjadi y = 523.969 Sementara data dari situs berita disini, hari ini sudah tercatat 534.266. Memang ada selisih yaitu =10.297 lebih banyak. Lebih banyak dari trend grafik yang pernah saya buat diatas.
Tabel Perbandingan
Perlu Kita akui Penanganan Covid Terbaik dilakukan oleh China. Sementara Amerika dan Brasil memiliki prosentasi tinggi diantara yang lain.