Category: Sharing

Sharing

Petruk dadi Ratu

Petruk Dadi Ratu

Petruk dadi Ratu banyak ditemui sebagai lelakon dipewayangan. Dalam dunia pewayangan, saat gonjang-ganjing sudah sampai pada taraf yang sangat tidak wajar, para punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong mulai membangkang.
Puncak pembangkangan terjadi ketika Petruk melabrak Kahyangan Jonggring Saloko (istana para penguasa), mengobrak-abrik dan mendekonstruksi tatanan yang selama ini dipakai para penguasa serta para elite untuk berselingkuh dan melakukan manipulasi.

Arjuna, sang sang pimpinan yang biasanya dilayani punakawan, dipaksa mematuhi titah Petruk, sang raja baru. Saat itulah Petruk membuka seluruh aib para penguasa.

Yang perlu disingkapi dalam lakon ini adalah bukan khayalan seperti versi umum, melainkan adalah Petruk sebagai pemimpin Revolusi yang menjungkir balikan tatanan khayangan yang pada saat itu memang sudah sangat kacau. Petruk merevolusi semua tatanan agar kembali pada tempat yang semestinya.

Dan itu hanya dilakukan oleh Petruk dalam 1 malam, hal ini menyiratkan bahwa Petruk adalah pribadi yang sadar akan peranannya, setelah semua baik, semua berjalan normal, maka Petruk kembali kepada peranan awalnya menjadi seorang pengabdi.

Selain cerita  pewayangan diatas, ada yang menarik dari sebuah lagu yang  juga berjudul “Petruk dadi Ratu” yang dibawakan oleh Mus Mulyadi. Karena sering saya dengar, lama-lama terfikir juga ada makna yang dapat diambil pelajaran dari tembang tersebut.

Lalu apa yang membuat membuat petruk ingin menjadi ratu ? karena rusaknya tatanan. Petruk menjadi Ratu kemudian membongkar semua tatanan yang salah, hal ini membuat dewa-dewa menjadi bingung apa yang dilakukan petruk.

petruk dadi ratu nyangga pincuk udut crutu ratu suralaya patuhe narada yen lungguh sikil jigang munggah meja cengengas cengenges tambur kon nabuh dewa jreng jreng jreng jreng… petruk dadi ratu nyangga pincuk udut crutu dewa dewa bingung petruk ngaji mumpung dipolne dipolne nggone dadi jalwa tukung mbendino mangan nganti wetenge mlembung

Disini petruk mengobrak-obrak tatanan yang salah dan membuat semua menjadi kebingungan.

ukume kuasa wekasan si bagong teka si petruk digeret bali dadi menungso

Sampai akhirnya atas kekacauan yang terjadi petruk dibawa Bagong dan dirubah menjadi manusia. Kalau dalam cerita kenegaraan, petruk ini dapat dibaratkan sebagai pendobrak, yang mengobrak-abrik tatanan yang salah, supaya dapat dimulai tatanan baru yang benar.

Sharing

Materi Bahan Pelatihan atau Workshop

Mengisi Pelatihan atau Workshop

Beberapa waktu kemarin, empunya blog diberi tugas amanah oleh perusahaan, untuk menjadi salah satu narasumber pelatihan dalam kegiatan orientasi penerimaan pegawai baru. Durasi waktu sesuai schedule lumayan panjang, seharian penuh. Pelatihannya sendiri dilaksanakan ditempat yang lumayan adem yaitu di Gedung Soedirman, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur.

Kebetulan materi yang harus empunya blog bawakan cukup teknis. Dengan materi tersebut ditambah waktu yang lumayan lama, pasti akan membuat membuat pelatihan itu menjadi membosankan memerlukan fokus yang lebih. Terkadang suasana yang terlalu serius justru membuat proses pembelajaran tidak maksimal.

Lalu terpikir bagaimana cara agar situasi diskusi menjadi senyaman mungkin ? Pertama saat pembukaan, masih pagi dan bersemangat, semangat pagi ini yang harus ditetap dipertahankan selama pelatihan.

Bagaimana membuat peserta tentang nyaman dan fokus

“Buat kata tertentu sebagai password, saat password kita sebutkan, audience harus mengikuti dengan kata tertentu. Sebagai contoh instruktur mengucapkan password “Selamat Pagi” audience menjawab “wow, yes, Luar Biasa”. Semangat inilah yang harus kita ucapkan lagi disaat peserta kelihatan menurun semangatnya saat kegiatan berlangsung.

Suasana pelatihan

Materi yang diberikan secara terus menerus terkadang kurang maksimal. Saat terlihat audience sudah mulai tegang, wajah terlihat jenuh, sebaiknya harus direfresh lagi. Agar tetap bersemangat, audience direfresh kembali. Caranya bisa dengan membuat game, Tebak-tebakan menarik, atau semacam ice breaking. Anda harus bisa membawa suasana kembali fresh, ceria dan menyenangkan. Beberapa contoh Game yang bisa diterapkan dalam sebuah pelatihan untuk memecah kepenatan :

Game kekompakan. 
Pertama arahkan peserta pelatihan membentuk lingkaran dengan posisi berhadapan. Cara bermainnya adalah posisi ditengah lingkaran. Saat anda menunjuk salah seorang peserta, peserta tersebut harus mulai menghitung dari satu, kemudian peserta disebelahnya melanjutkan dua dan seterusnya (searah jarum jam). Permainannya adalah saat menemuai angka kelipatan 4, tidak boleh disebutkan angkanya tapi harus diganti dengan kata, bisa “Yes”, “Wow”. Permainan ini menyenangkan. Permainan bisa selesai kalau saat satu putaran penuh, tidak ada yang keliru.
Contoh Tebakan. 
Anda bisa memberikan pertanyaan tebakan seperti : “Saya punya 8 buah bola, dengan ukuran, bentuk dan warna yang sama. Tapi 1 diantara bola tersebut mempunyai berat yang lebih. Timbangan yang digunakan adalah timbangan emas/timbangan neraca/timbangan 2 sisi. Bagaimana caranya mengetahui bola yang paling berat tersebut, jika kita dibatasi hanya boleh menimbang sebanyak 2 kesempatan saja”. Saat memberikan tebakan ini, bikin hal yang menarik, membuat bersemangat, kalau perlu hadiah bagi yang bisa menjawab.
Contoh Ice breaking 
Bisa dilakukan dengan cara saling memijat teman yang disebelahnya, secara bergantian (tapi harus diperhatikan susunan anggota, pisahkan antara laki-laki dan perempuan). Hal lain yang bisa dilakukan adalah : Anda berdiri didepan. Supaya hangat gosok-gosok telapak tangan anda, agar yang anda lakukan ini diikuti oleh peserta. Setelah digosok tempelkan kedua tangan anda di pipi, peserta akan mengikuti anda. Gosok kembali tangan anda, 5 detik kemudian sambil memberi contoh anda mengajak dan berkata “tempelkan telapak tangan dipundak, peserta akan mengikuti anda. Untuk menguji kejelian peserta kembali gosok-gosok tangan anda, anda katakan “Tempelkan telapak tangan di dagu” , namun anda mencontohkan telapak tangan anda menempel di dahi. Disini akan terlihat perserta yang kritis, yaitu yang menempelkan telapak tangan di dagu sesuai perintah, namun ada juga yang menempelkan telapak tangan di dahi, karena mencontoh anda.

Yang terpenting dari sebuah pelatihan atau workshop adalah sejauh mana materi yang diberikan dapat terserap dengan baik oleh peserta. Mensederhanakan penjelasan tanpa mengurangi inti yang dimaksud sangat perlu dilakukan. Hindari penjelasan yang berbelit-belit. Buat penjelasan dengan sederhana dan mudah dimengerti. Ini murni hanya dari pengalaman penulis, semoga bermanfaat.