Sharing

Donatur Yayasan Al Qodim

Tanggal 2 Januari kemarin saya menerima email dari Pak May, pak adalah pegawai satu perusahaan dengan saya, pernah saya bekerja bareng di sini dan di sini. Berikut isi email tersebut :

Bismillah…
Bersama ini kami kirimkan poto progress pembangunan rumah singgah untuk anak yatim piatu dibawah pengawasan yayasan al qodim. Untuk saat ini pembangunan terhenti karena masih kurangnya dana pembangunan tersebut. Pekerjaan konstruksi yang urgent saat ini adalah pelaksanaan pekerjaan konstruksi atap. Demikianlah dari kami, Semoga Allah berkenan melimpahkan tolong dan kurnia-Nya kepada kita semua dalam menggapai keridhoan-Nya Amin..
Mey Mulyadi

Di email tersebut juga di attach foto progress pembangunan rumah singgah untuk anak yatim tersebut.

Foto progress sampai tanggal 1 Januari 2014

Jadi teringat obrolan kami kurang lebih 3 tahun yang lalu, saat itu pak May berencana membuat bangunan untuk sebuah yayasan, kami juga berdiskusi membuat fondasi dan sistem bangunan efisien yang akan gunakan. Walaupun sempat beberapa kali berhenti namun kemauan untuk berbagi tetap membuat rencana tersebut tetap kuat untuk berjalan.

Bagaimana dan seperti apa Yayasan Al Qodim ini, dapat dilihat dihalaman link ini dan kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan bisa dilihat dihalaman ini. Bagi pembaca blog ini yang ingin berbagi, membantu atau meminta informasi dapat menghubungi nomor berikut :

Pak May Mulyadi (0858 1441 6278)
Atau jika para pembaca ingin mendonasikan bantuan melalui rekening yayasan :

Rekening Bank Syariah Mandiri
AN : Ahmad Saepudin QQ Yayasan Al – Qodim
No. Rek : 

Semoga Alloh SWT selalu memberikan Rahmat dan Karunianya kepada kita semua. Dan kita dapat merasakan bahwa kesuksesan kita adalah karena bermanfaat bagi sesama.

Self Development

Nilai untuk sebuah Penghargaan

Di saat akhir tahun seperti ini, rasanya hawa liburan sudah sangat merasuk disetiap sel tubuh, apalagi tiket pulang sudah ditangan, kampung halaman pun sudah terbayang didepan mata. Ijin cuti juga telah “diacc” sama pimpinan. Dan semoga hawa liburan ini tidak mengganggu semangat bekerja yang masih harus dijalankan 2 hari lagi. Sebagian rekan ada yang belum mendapatkan jatah cuti atau libur di akhir tahun karena target pekerjaan, namun diganti dihari yang lain. Namun ada pula yang memang tidak dapat jatah libur karena tuntutan pekerjaan atau belum ada kesempatan untuk pulang.

Hal menarik baru saja saya alami  ketika berbicara dengan rekan kerja di kantor malam ini.Terkadang kita merasakan bahwa sesuatu itu adalah hal yang kecil, namun bagi orang lain hal itu adalah sesuatu yang membanggakan. Sebenarnya kejadian ini menyentil saya, terkadang kita sebagai manusia yang sombong agar lebih merenungkan lagi, nikmat apapun harus menjadi alasan kita bersyukur dan untuk selalu menghargai orang lain.  Mendengar kata penghargaan ini, saya langsung teringat buku bacaan “How to win friends and influence people” karya Dale Carnegie yang baru saya baca sampai bab pertama semalem.

Menghargai dan bersyukur

Ada suatu kisah dan semacam quote dalam buku tersebut terhadap penghargaan. Beberapa hal yang berhubungan dengan penghargaan dalam buku tersebut : menurut Abraham Lincoln “Semua orang menyukai pujian”, William James berkata ” Prinsip terdalam pada manusia adalah kebutuhan untuk dihargai”. Saya sendiri pun atau kita pasti pernah merasakan bagaimana apabila keberadaan kita dalam suatu hal tidak dihargai, walaupun semangat kita setinggi apapun kalau tidak ada bentuk penghargaan tak jarang membuat kita down. Namun sebaliknya saat kita merasa dibawah kemudian ada orang yang menghargai kita atas apa yang kita lakukan, menerima kita, hal tersebut kadang membuat semangat kita untuk lebih baik berlipat ganda. Penghargaan tulus yang diberikan kepada seseorang akan menjadi bahan bakar bagi orang tersebut untuk lebih maju dan menghargai kita.

Kalau saya sendiri yakin, bahwa saat kita menghargai seseorang dengan jujur dan tulus, kita akan membangunkan semangat dan spirit orang tersebut. Tentunya hal ini sangat positif apa bila kita terapkan pekerjaan kita, saat kita menjadi pimpinan, sehingga hasil produktif pun lebih besar didapat.