Pada postingan terdahulu telah disharing mengenai anchor dan dinabolt, bisa dibuka lagi disini. Nah pada posting blog kali ini, mari kita coba membahas bagaimana cara mengecek chemical angkur yang sudah terpasang.

Chemical anchor termasuk angkur kelas berat, dalam kegunaannya sering digunakan untuk menahan beban yang berat. Sehingga pada proses pengeboran, injeksi kimia serta waktu pengeringan harus diperhatikan dengan seksama.

Secara umum beberapa faktor yang menentukan dari kekuatan chemical anchor ini antara lain : komposisi campuran kimia itu sendiri, kemudian kekuatan beton itu sendiri. Umumnya campuran kimia tersebut apabila mengeras memiliki daya lekat yang lebih besar dari beton itu sendiri.

Sehingga yang paling kritis adalah kekuatan beton. Pada saat pemasangan chemical angkur, kedalaman pengeboran, jarak bor dari tepi beton juga menentukan. Kalau terlalu tepi dikhawatirkan akan retak. Aturan kedalaman, jarak dari tepi ini sebenernya sudah tersaji secara lengkap dari brosur produk bersangkutan.

Kalau sudah terpasang dan kemudian kita ingin tahu apakah yang terpasang tersebut sesuai dengan spesifikasi, langkah-langkah pengetesannya dapat diperlihatkan sebagai berikut:

Pertama cari tempat test (beton) yang kekuatannya sama dengan beton yang akan dipasang Chemical anchor nantinya. Kemudian pasang besi ankur sesuai dengan kedalaman yang ditentukan serta takaran chemical yang diperlukan

Langkah kedua adalah dengan memasukkan besi drat silinder, fungsinya adalah untuk memegang alat compressor tarik. Pastikan waktu pengeringan sudah sesuai dengan yang disyaratkan.

Memasang alat kompressor untuk mendapatkan gaya tarik, install pada besi angkur yang telah dipasang, setting sesuai dengan pasangan yang pas. Kemudian  mulai dilakukan tarikan secara perlahan-lahan.

Saat kompressor udah menarik, pembacaan dial gauge terus diamati, untuk anchor yang bagus biasanya angka dari hasil pengetesan masing tinggi dibanding dengan rencana.  Kalau sudah sesuai dengan rencana ternyata masih masih kuat, diberi seper tekanan kemudian dihentikan. Dan apabila demikian chemical anchor berarti dapat berfungsi dengan baik.

Test hanya dilakukan sebagai sampel, untuk pemasangan yang sesungguhnya ada bagian-bagian yang tidak ditest, sehingga agar hasil yang didapat juga baik, maka proses pengerjaan yang benar selama pemasangan perlu sekali diperhatikan.