Menemukan Kembali (Warung Bebek) Episode Makassar

Standard

Hobi empunya blog ini adalah kuliner. Dan yang paling favorit bagi saya adalah Nasi Bebek. Dulu waktu di Surabaya mencari warung bebek yang enak banyak sekali tempatnya. Namun setelah saya dinas di luar Surabaya mencari Nasi bebek adalah hal yang susah gampang. Dulu waktu saya di Tanjung Balai Karimun, saya juga merasakan sulitnya mencari Warung Bebek, namun sekarang untungnya Makassar sobat, kota yang cukup ramai.

Jika kebetulan sobat berada di Makassar dan ingin mencari Nasi Bebek ada baiknya saya sharing hasil hunting berburu Warung Bebek Saya. Tempat rekomended hunting bebek yang pertama adalah di warung Pak Ndut. Gampang sekali mencarinya karena terletak pas didepan Mall Ratu Indah Makassar. Lokasinya yang dipinggir jalan membuat kita mudah menemukannya. Menurut saya rasa bebek yang disini cukup lumayan untuk menghilangkan kerinduan akan nasi bebek. Alamat lengkapnya saya juga tidak begitu hafal, maklum newbie di Makassar, namun kalau kita tanya Mall Ratu Indah semua pasti tau.

Sementara yang kedua adalah Warung Cobek-Cobek. Bukan bermaksud apa, saya lebih prefer kesini. Karena rasanya yang mendekati bebek yang ada di Surabaya. Lebih Nampol. Lokasi rumah warung makan ini sangat gampang. Terletak di Jalan Boulevard sebelanya mall Pannakukang. Sekali lagi saya baru dua kali di warung ini, namun sepertinya sudah kecanduan Nasi Bebeknya. Biar tidak hoak, saya kasih skrinsiutnya.

Nasi Bebeknya yang begitu Menggoda..

Suasana tempat makan yang asyik dan ramah.

Nah Sobat ini sedikit info mengenai perburuan kuliner disela-sela kesibukan saya disini, juga disini. Perburuan kuliner di Makassar masih berlanjut sobat. Nanti Insya Allah saya bagi. Dan bila sobat blogger punya pengalaman seputar kuliner jangan sungkan untuk di sharing.

Mampir di rumah makan Cak Nur Makassar

Standard

Hari rabu sebelas januari *gigi mode on* itu sudah malam, saya bersama Pak Slamet, Pak Eko HW dan Ken pulang dari proyek, wuh penyelesaian proyek ini memang memerlukan banyak tenaga dan pikiran. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Dari proyek kami berencana pulang, namun ditengah perjalanan terbersit niat untuk mencari durian.

Akhirnya jalan Sungai Sadang yang kami tuju. Lokasinya agak diujung jalan Sungai Sadang kami temukan warung durian. Tidak berselang lama durian datang satu durian satu orang. Tak butuh banyak waktu menghabiskan satu buah durian itu. Perjalan kami lanjutkan untuk pulang ke mess.

Ditengah perjalanan pak Slamet mengajak ke warung Cak Nur yang berlokasi di Daya, kalau dari dari mess saya di Paropo masih ke Unhas dan masih lanjut lagi, pokoknya jalan ke bandara Hassanuddin aja.


Mendengar namanya “Cak Nur” pasti sudah bisa ditebak warung mana ini, Pancene bener cak sampeyan, iki warung Suroboyoan. Jualannya kas masakan Jawa Timur seperti Gule, Soto, Rawon, dan lain-lain. Warung yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Km.5 ini menurut saya memang mak nyos, saya kemarin coba gulenya, tidak amis dan daginnya bener-bener nampol. Sedikit tambahan jeruk nipis dicampur sambal tumbuknya membuat liur ini terus mengalir.


Jadi tidak ada salahnya jika anda melewati jalan Jalan Perintis Kemerdekaan berhenti sejenak untuk menikmati suguhan menggoda di warung Cak Nur ini. Sepertinya anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati hidangan diwarung ini.