ciput mardianto

ciput mardianto

Pekerjaan Tiang Pancang

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Pondasi adalah bagian terbawah dari suatu struktur yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung. Pondasi sendiri jenisnya ada bermacam – macam. Penentuan jenis pondasi biasanya dipengaruhi keadaan tanah disekitar bangunan atau pun jenis beban bangunan itu sendiri. Jika ingin Tahu lebih dalam lagi tentang pondasi, buka spoiler dibawah ini:

Pondasi :
Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut. Banyak faktor dalam pemilihan jenis pondasi, faktor tersebut antara lain beban yang direncanakan bekerja, jenis lapisan tanah dan faktor non teknis seperti biaya konstruksi, waktu konstruksi. Pemilihan jenis pondasi yang digunakan sangat berpengaruh kepada keamanan struktur yang berada diatas pondasi tersebut. Jenis pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur terhadap semua gaya yang bekerja. Selain itu, tanah pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya dukung yang cukup untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi keruntuhan. Dalam kasus tertentu, apabila sudah tidak memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal, maka digunakan pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai adalah pondasi tiang pancang. Menurut Bowles (1984), pondasi tiang pancang banyak digunakan pada struktur gedung tinggi yang mendapat beban lateral dan aksial. Pondasi jenis ini juga banyak digunakan pada struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil). Daya dukung tiang pancang yang diperoleh dari skin friction dapat diaplikasikan untuk menahan gaya uplift yang terjadi. Faktor erosi pada sungai juga menjadi pertimbangan penggunaan tiang pancang pada jembatan.

Dalam Tulisan saya kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang pondasi tiang pancang. Penentuan Jenis pondasi didasarkan pada penyelidikan Tanah, Jenis penyelidikan tanah yang kerap dilakukan adalah Test SPT atau CPT . Untuk Kedua jenis Test ini akan saya ceritakan pada tulisan saya yang lain.

Pertama tim surveyor menentukan titik-titik dimana tiang pancang akan diletakkan, penentuan ini harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah ditentukan oleh perencana. Jika sudah fix titik mana yang akan dipancang, nah sampai saat itu, pekerjaan tiang pancang sudah bisa dilakukan.

Peralatan dan Bahan yang harus disiapkan untuk pekerjaan tiang pancang antara lain Pile (tiang pancang), Alat Pancang (dapat berupa diesel hammer atau Hydrolic Hammer), Service Crane.

Proses pengangkatan tiang pancang dari tempat tiang pancang untuk dipasangkan ke alat pancang menggunakan service crane. Dengan Service crane tiang dipasangkan ke alat pemancang dimana biasa alat pemancang sudah berada tepat diarea titik pancang.

Service Crane yang sedang Mengangkat Tiang Pancang

Setelah Pile Terpasang dan posisi alat sudah berada pada titik pemancangan, maka pemancangan siap dilakukan. Alat pancang yang digunakan dapat berbeda – beda jenisnya. Seperti Diesel Hammer atau Hydraulic Hammer. Beda keduanya adalah Diesel Hammer bersifat memukul sehingga pasti terdengan suara bising.. dueng..duengg..dueng… dan terkadang meminbulkan getaran, getaran ini dapat mengakibatkan bangunan disekitar menjadi retak jika jarang antara bangunan dan daerah pemancangan terlalu dekat, sementara itu hydraulic hammer bersifat menekan, jadi pengaruh suara dan getaran relatif kecil. Bedanya yang lain adalah penggunaan Hydraulic hammer lebih mahal. Proses pemancangan dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Proses Pemancangan

Pemancangan dihentikan jika sampai mencapai tanah keras, indikasi jika pemancangan sudah mencapai tanah keras adalah palu dari hammer sudah mental tinggi, biasanya dalam tiap alat pancang sudah ada ukurannya, jika sudah pada posisi seperti itu maka segera dilakukan pembacaan kalendering.

Contoh Bacaan Kalendering

Pembacaan ini dilakukan pada alat pancang sewaktu memancang. Jika dari bacaan tinggi bacaan sudah bernilai 1 cm atau lebih kecil, maka pemancangan sudah siap dihentikan. Itu artinya tiang sudah menencapai titik tanah keras, tanah keras itulah yang menyebabkan bacaan kalenderingnya kecil yaitu 1 cm atau kurang. Jika diteruskan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada tiang pancang itu sendiri seperti pada topi tiang pancang atau badan tiang pancang itu sendiri. Pembacaan 1 kalendering dilakukan dengan 10 pukulan.

0 Responses

  1. Saya tak paham tentang hal ini. Namun pondasi merupakan unsur penting dalam sebuah bangunan. Jika pondasinya tidak kuat menahan beban yang dibangun di atasnya pasti bangunan akan ambles. Tentunya pondasi juga harus disesuaikan kekuatannya dengan tipe bangunan apakah bertingkat ataukah tidak. Saya rasa demikian…

  2. Test SPT = Standart Penetration Test
    Test CPT = Cone Penetration Test atau umum disebut Sondir
    kalo saya tidak salah, selain test SPT dan CPT
    Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang juga bisa dihitung berdasarkan Kekuatan bahan

    P=(Ap*Tbk)+(As*Tau)
    P = daya dukung tiang pancang ijin (kg)
    Ap = Luas penampang tiang pancang (cm2)
    As = Luas tulangan tiang pancang (cm2)
    Tbk = Tegangan ijin beton (kg/cm2)
    Tau = Tegangan ijin tulangan (kg/cm2)

    mantap mas…….salam kenal juga

  3. assalamu'alaikum
    pak saya mahasiswa teknik sipil tpi D3
    saya sekarang lagi tugas akhir
    saya dapat judulnya "EFISIENSI PEMANCANGAN TIANG"
    mw tanya nih pak…
    REFERENSINYA APA SAJA YA PAK YANG SAYA BUTUHKAN???
    ADAKAH YANG BAPAK TAU TENTANG JUDUL INI??
    JIKA ADA TOLONG PAK D BAGI ILMUNYA JIKA BERKENAN…
    SEBELUMNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH…

  4. Waalaikum salam warahmatullah hi wabarokatuh.

    Dulu tugas akhir saya juga masalah tiang pancang, namun saya membuat program. Kalau masalah efisiensi nanti larinya ke tiang pancang kelompok, biasanya seperti itu. Jadi anda sebaiknya mencari di buku seperti karya bowles dan lain – lain. Hanya itu saat ini yang saya tahu

  5. mas mau tanya….
    kalendring itu apa??
    kalendring itu gunanya apa???
    apa rumus2 yang digunakan pada kalendring itu untuk mencari daya dukung tiang/tanah???
    jika termasuk mencari daya dukung tiang,,kalendring termasuk metode statis atau dinamis????
    terima kasih sebelumnya..

    by umm hamzah

  6. @umm hamzah: sebelumnya saya minta maaf karena baru menjawab pertannya. Baik lah pertanyaan akan saya jawab sesuai dengan kemampuan saya.
    1. Kalendering adalah grafik catat yang berada pada alat pancang.
    2. Fungsinya mengetahui sejauh mana pemancangan yang telah dilakukan sudah memenuhi spesifikasi daya dukung yang diinginkan.
    3. Rumus daya dukung tiang pancang banyak sekali seperti anish, Eytelwin, Gates, Hilley, Janbu dll
    4. Perhitungan kekuatan daya dukung tanah menggunakan angka kalendering termasuk dalam perhitungan dinamis

  7. Asslm Pak Ciput, salam kenal, nama saya dini. ada yang ingin saya ketahui mengenai dokumen kalendering Pak, apakah dari dokumen tersebut dapat kita hitung kedalaman tiang pancang yang telah terpasang. jika iya, bagaimana simulasinya Pak? jika tidak, bagaimana cara kita mengetahui berapa banyak tiang pancang yang telah terpasang pada suatu bangunan selain merujuk pada as built drawing? mohon arahannya Pak Ciput.. sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  8. @kepada mbak dini: saya coba jawab setahu saya.

    Kalendering adalah perhitungan yang ada pada alat pancang fungsinya untuk mengetahui apakah pemancangan sudah mencapai tanah yang di inginkan. Ada bacaannya dan juga ada perumusan dari hasil kalendering tersebut.

    Menjawab pertanyaan yang pertama, kedalaman tiang pancang tidak bisa ditentukan oleh hasil kalendering, bisa saja pada kedalaman yang berbeda, hasil kalendering sama, karena semua tergantung pada daya dukung tanah dilokasi bersangkutan. Namun sekali lagi hasil kalendering tidak bisa untuk mengukur kedalaman.

    Menjawab pertanyaan yang kedua:
    bagaimana cara kita mengetahui berapa banyak tiang pancang yang telah terpasang pada suatu bangunan selain merujuk pada as built drawing?

    Banyak cara yang dilakukan, seperti dilakukan penyelidikan tanah seperti Test SPT, atau CPT. Atau dari hasil kalendering pun bisa diprediksi berapa jumlah tiang pancang yang nantinya kita perlukan untuk menahan struktur kita.

    Sekian saja yang dapat saya jelaskan. atau ada masukan dari yang lain silahkan!

  9. low ssayah krj di pemancangan jdi gmn caranya mengatiaipasi low pal atau ttttttttiang pancang suuPAYA TIDA PECAH

  10. Supaya tiang tidak pecah : Tiang pancang seharusnya dirancang untuk menahan pukulan saat dilakukan pemancangan. Saat bertemu lapisan keras pasti lapisan tanah melakukan perlawanan akibatnya gaya yang diberikan terpusat di tiang pancang. Saat itu harus diperiksa dengan bacaan kalendering. Dan apabila sudah cukup, maka tiang pancang harus dihentikan.

    Cara mengontrol kemiringan pancang : Biasanya digunakan alat ukur pada dua arah X dan Y. Hal ini untuk mengontrol tegak tiang. Namun apa bila tiang masuk kedalam tanah, kontrol sulit dilakukan karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam tanah, bisa saja miring dan lain-lain. Apa bila ada masukan yang lain silahkan beri pendapat!

    Semoga membantu

  11. Mas, saya Ryo (ryo_saldrine@yahoo.com) yg saat ini bekerja di perusahaan konsultan pengawas. Salam kenal, ya..
    Saat ini saya sedang mengawasi pekerjaan pemancangan di suatu proyek. Proyek ini sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor lain sekitar 2 tahun lalu. Pada pekerjaan saat ini telah dilakukan perubahan gambar rencana antara lain perubahan letak dan arah bangunan, termasuk juga perubahan dimensi dan jumlah titik pancang.

    Saat ini digunakan tiang pancang D450. Saat pemancanga, ditemukan 2 titik pancang yg sudah terdapat tiang pancang lama yg kebetulan persis dengan titik pancang yg sekarang.
    Permasalahannya adalah:
    1. Tiang pancang lama memiliki D300
    2. Bagaimana saya mengetahui apakah tiang tersebut sudah mencapai tanah keras atau belum? mengingat umurnya sudah sekitar 2 tahun lalu di dalam tanah?
    3. Kelihatannya tidak mungkin untuk mencabut tiang pancang yg sudah ditanam sedemikian.

    Jadi, mas, kalau keadaan seperti ini, solusinya kira2 bagaimana, ya?
    Makasih sebelumnya, Mas Ciput.

  12. hao mas,,
    ngomong2 tiang pancang didalamnya kan ada tulangannya,,kira2 apa yah fungsi tulangan pada tiang pancang sendiri,,soalnya setahu saya tulangan untuk menahaan gaya tarik ya,,nah kalo tiang pancang menerima gaya tarik dari mana ya? trims

  13. @ Mas rio: tidak mudah menentukan kekuatan tiang pancang yang sudah terpancang dua tahun lalu tersebut. Dan saya kurang mengerti tentang penyelidikan mengenai hal itu, saya juga akan mencari tentang bagaimana caranya. Peristiwa yang mas rio alami ini kebetulan juga sedang dialami oleh teman saya yang sekarang berada di salah satu proyek di Batam. Kasusnya sama, titik pancangnya bertemu dengan pancang yang lama.

    Solusi dari saya : kalau terjadi hal seperti itu sebaiknya pancang yang baru digeser disebelahnya, kemudian antara pile cap yang baru dan yang lama diberi kepala pile sebagai pengikat keduanya. Namun harus diperhatikan tentang eksentrisitas beban di struktur tersebut, serta tinjaun dan analisa struktur yang lebih mendalam lagi.

    Demikian dari saya. Silahkan jika ada yang mau menambahkan!

  14. saya febri, bekerja sebagai pengawas/pelaksana lapangan, pemancangan,.., ingin berbagi info hub FB saya
    FB ID; febri.pratama1

  15. mas, saya mw tanya tulangan di dalam tiang pancang biasanya dipasaran diameter brp?

    saya gunakan tiang pancang diameter 350mm
    mungkin ada referensi tabel tulangan t.pancang dari WIKA klw ada

  16. wahhhhhh nemu juga blog kawan di int
    ehmmmmmm
    langsung aja deh
    kapasitas tiang pancang itu bs ditentukan dr 2 cara:
    1. dari kekuatan bahan itu sendiri
    pancang didesain untuk bs menahan aksial dan moment
    nilai kapasitas ini bisa dilihat dengan merefer ke vendor/suplier pancang tersebut.
    2. dari data tanah
    berdasarkan hasil tes tanah (sondir) kita akan mendapatkan parameter tanah (bearing, friksi,dll). dengan rumus yang ada kita akan mampu untuk menentukan kapasitas pancang : aksial,lateral, moment.

    dalam design, nilai kapasitas dari 2 item diatas tidak boleh terlampaui.

    jika pancang telah lama dan tidak ada datanya, maka untuk mengetahui kapasitasnya bisa dilakukan dengan uji loading: statis dan dinamis (pda).

    yang tidak kalah pentingnya adalah dalam pekerjaan pilecap yang merupakan joint penghubung pancang dan struktur.
    disini diperlukan pendetailan khusus dan harus merefer ke pemodelan strukturnya apakah tumpuan jepit, sendi
    kekakuan koneksi akan sangat dipengaruhi oleh pendetailan di lapangan. ketika hubungan dianggap fixed maka, minimal pancang yang masuk ke dalam pilecap harus >30cm (head piling treatment). jika kurang dari itu maka harus dianggap sendi. hal ini terdapat dalam buku nya bowles.
    sekian tanggapanku

    klo ada waktu, tak mampir lagi bro
    ciao

  17. mas, misalkan ada pondasi kotak, katakan perlu 4 tiang pancang, tapi salah satu dari titik yg di pancang tersebut tiangnya terus amblas, bagaimana solusinya? trims

  18. mas,tugas akhir saya tentang analisis daya dukung tiang pancang…da gak mas software pondasi tiang pancang mengenai judul tugas akhir saya..

  19. mas, langsung saja y..
    saya ingin menanyakan pernyataan mas sebelumnya ttg "hubungan kalendering dengan daya dkung tnah"..
    yg ingin saya tanyakan,

    1. bagaimana cara menentukannya?
    2. apa rumusnya? (jika memakai dinamis)

    thx… mhon bantuannya mas ^^ ardian(chubby_soldier@yahoo.co.id)

  20. oia, ni ardian lg mas..
    cm mau memperjelas tu rumusnya buat nyari besar daya dukung tanahnya..
    🙂

  21. @Ardian : jawaban saya :
    1. Nilai kalendering dapat digunakan untuk menentukan daya dukung pondasi tiang itu sendiri.
    2. Rumus yang digunakan adalah rumus dinamis seperti Hilley, danish, Janbu dan lain-lain.
    3. Daya dukung tiang pancang.

  22. saya baru bekerja di kontraktor, diberi tugas kalendering pancang, bagamana cara membuat kaendering pancang, cara menghitung daya dukung pancang?

  23. @azka: kapasitas hammernya harus dilihat dispesifikasi alat. Sementara untuk mendapat daya dukung pancang harus tahu nilai kalendering, kemudian dimasukkan ke beberapa perumusan dinamis yang ada. Semoga membantu.

  24. assalamu'alaikum,mas saya rudi mau nanya
    pondasi tiang kan ada bbrapa sprti tiang pancang, tiang bor,tiang frangky,timber pile dll
    yang mau sy tanyakan kapan kita dapat menggunakan masing2 pondasi tiang tersebut?

  25. @Anonymouse :
    Footing : itu telapak, banyak dipakai bore pile atau pancang,
    pear head : berfungsi untuk menyatukan pondasi dan sebagai dudukan deck slab
    deck slab : adalah plat yang nanti digunakan untuk area kerja.

    @Pak Rudi : saya jelaskan namun jika ada yang menambahkan atau mengoreksi silahkan.
    Tiang pancang : untuk pondasi dalam relatif bisa digunakan pada berbagai jenis tanah, namun ada tanah tertentu yang tidak bisa digunakan. seperti tanah berlumpur/lembek.
    Tiang bor (bore pile): banyak digunakan untuk tanah lembek, ada yang langsung, ada yang menggunakan casing.
    Tiang franky: saya belum pernah menggunakan langsung.
    Timber pile (tiang kayu) : waktu itu saya pernah pakai sebagai pondasi cerucuk ditanah rawa.

    @Permasalah yang sering terjadi dari pengalaman saya :
    1. dipancang beberapa meter sudah ketemu tanah keras.
    2. pancang yang lari dari markingan –> lebarkan pile cap

  26. kalo untuk pemancangan dlaut,pipa udah mencapai tanah keras dan kalenderingnyapun masuk dbawah 1cm/10pukulan,yg jd masalah kok pipanya goyang?

  27. tolong buatkan artikel tentang pemancangan offshore dong, mulai dari persiapan, metode, sampai pelaksanaannya, dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemancangan offshore. terima kasih…

  28. mau tanya mas,seandainya pada saat pembacaan kalendering, final set nya lebih besar dari satu, bisa sampe 10 cm tapi tiang nya sudah nggak bisa dipancang lagi? alasanya kenapa ya mas,apkh itu termasuk tiang pancnag dengan than gesek?

    seandainya saya mau hitung pkek rumusan daya dukung metode dinamis, apa bole ttp pake rumus dari ENR, hilley, janbu , kobe?

    terimakasih sebelumnya

  29. mau nanya nih mas,
    kalau misal karena kondisi tertentu kalendering tidak bisa dilakukan, untuk perhitungan P ult nya gimana ya mas kalo make rumus hilley. atau ada rumus lain yang umum di pake?
    terima kasih

  30. tolong dibantu penjelasan lebih ditail lg tentang pancang dan klendering pancang, apa yg bisa dihasilkan dr kalendering dan apa pungsinya, bagaimana cara menentukan kedalaman pancang,dan bagaimana cara mmenghentikan pancang yg sudah mendapat tanah yg keras??? thanks

  31. tlg di bantu pnjelasanya.bagaimana solusi perhitungannya apabila pile nilai verticality nya > 6/100 dan apa yg harus dilakukan

  32. mas..mau tanya pertimbangan untuk memakai pondasi tiang pancang itu apa saja?
    lalu, kalau pada saat pemancangan terjadi kemiringan pondasi .. solusinya ap ya mas?
    tanah pemancangan lempung pasir kohesif.

  33. salam kenal pak ciput
    mau nanya referensi kalendering 1 cm/10 pukulan dari mana yaa… karna biasanya saya 2 – 2.5 cm sudah di sya stop pemnacanganya
    terimakasih infonya

  34. psk, say mau nanya kalo judul yang diambil mengenai metoda pelaksanaan dan pengendalian mutu tiang pancang pada trestle, data apa saja yg dibutuhkan pak? thanks

  35. dear pak ciput
    saya mau tanya nih
    1. apakah menurut bapak ada hubungan antara hasil perhitungan teoritis daya dukung tanah dengan hasil kalendering.
    2. adakah kemumgkinan jumlah tiang pancang yang dibutuhkan tidak sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
    3. bagaimana menurut bapak jika seandainya proses kalendering hanya digunakan sebagai indikator pile.
    4. jika dalam perhitungan daya dukung tanah teoritis bahwa bangunan tersebut hanya butuh kedalaman 12 meter tetapi pada kenyataanya kedalaman 2 meter sudah tanah kerah apakah hal ini bisa diterima, mengingat beban lateral juga diperhitungkan
    thanks

  36. @pak hardiyanto :
    1. harusnya ada, walaupun ada selisih
    2. mungkin saja, untuk meminimalisir, maka perlu dites tanah terlebih dahulu.
    3. indikator pile dimana kapan pemancangan harus berhenti.. saya setuju
    4. Menurut saya perlu penyelidikan lebih lanjut dan re engineering lagi.

  37. Literatur buku yang saya pelajari (pengarangnya lupa)… btw mungkin saja hal tersebut dilakukan mengingat kualitas dari pancang beton itu. Teorinya memang 1 cm namun pelaksanaanya mungkin benar seperti yang bapak sampaikan….

  38. saya mau tanya,ap ad hub nya kedalaman tiang dengan jumlah pukulan hammer dan hasil kalendering,misal saya pnjang tiang sy 12 m tetapi yang tertanam hanya 11 m, dengan jmlah pukulan hammer 172 kali dengan hasil kalendering 2 cm,yg sy tanyakan jika lupa mengambil data kalendering ap saya bisa membuat nya berdasarkan data hasil jumlah pukulan dan kedalaman tiang?mksh

  39. tanya mas,tiang pancang saya panjang 15 m,yang tertanam 14 m,saya lupa ambil data kalendering nya,it ap pasti nilai kalendering nya 1cm an?krna kmungkinan ud terkena tanah keras,tq

  40. assalam…
    mas sya masih mahasiswa,boleh jelaskan dari gambar kalendering diatas, fs, pk, x, y dll itu apa ya??
    maaf masih newbi..
    thanks

  41. Dalam suatu kelompok tiang pancang dalam 1 bangunan apakah semua tiang harus di kalendering atau hanya beberapa utk sampling? Dgn asumsi data sondir dilokasi yang didapatkan hampir sama, selisih 0,5- 1 mtr.
    Makasih mas ciput.

  42. Masalahnya mungkin, panjang bebas tiang yang berada diatas sea bed, lebih panjang dari tiang yang tertanam dalam dasar laut. lihat kondisi lapisan tanah dasar laut. nilai spt mungkin sudah masuk, tapi kalau dasarnya udah kena batu, ya mana bisa jepit tiangnya.Solusinya ya pakai borpile ( untuk kassus gini )

  43. Masalahnya mungkin, panjang bebas tiang yang berada diatas sea bed, lebih panjang dari tiang yang tertanam dalam dasar laut. lihat kondisi lapisan tanah dasar laut. nilai spt mungkin sudah masuk, tapi kalau dasarnya udah kena batu, ya mana bisa jepit tiangnya.Solusinya ya pakai borpile ( untuk kassus gini )

  44. Tiang pancang menggunakan tulangan karena untuk menahan beban tarik pada saat pengangkatan/pemasangan pondasi oleh crane, dan juga pada saat mobilisasi. trims. salam kenal.

  45. setelah dikajingngx 3 m…..apakah perlu penambahan jumlah titik pancang, yang semula 19 titik….ditambah 10 titik jadi total tiang pancang 29 titik

  46. Assalamualaikum mas saya mau tanya adakah cara mencabut tiang pancang yang sudah tertanam dikarenakan ada perubahan gambar yang mendadak. Mohon arahan. Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.