Reminder



Start Small, Break larger tasks into small steps, set achievable goals

Muda & Galau

Galau itu merupakan wilayahnya orang muda, sangat heran adalah orang muda yang tidak galau. Yang tidak boleh dalam kegalauan itu adalah kegalauan yang berlanjut, karena itu bukan sifat asli hati , sifat asli hati yaitu : Menyakit, meragu, menjelas dan menghilang dari kejelasan

Maka dari itu kita membicarakan Muda dan galau dan bagaimana kita mengambil kekuatan dan keuntungan dari kegalauan agar kita menjadi pribadi yang berhasil semuda mungkin.

Apakah usia Tua merasakan galau?

Ada, hanya patokannya seperti ini, kegalauan bagi orang tua adalah kemandegan bagi orang tua itu sendiri dan merupakan tanda pertumbuhan bagi orang muda. Jadi kalau orang tua galau artinya kemampuannya tidak sesuai dengan beban hidupnya. Tetapi bagi anak muda adalah sebuah kewajaran karena anak muda itu problemnya adalah ketidakjelasan, ketidakpastian, belum damainya dengan kesalahan di masa lalu, lalu kebiasaan menggunakan kesalahan di masa lalu sebagai penduga kebaikan masa depan. Kalau kita menggunakan kesalahan masa lalu sebagai penentu kebaikan di masa depan maka orang ini tidak berbahagia karena hidup di masa lalu dengan badan hidup di masa kini. Jadi muda dan galau itu wajar dan kita tidak pernah kehilangan kualitas itu sampai kita menjadi orang yang super, lalu kegalauan digunakan menjadi tanda bahwa kemampuan kita mencapai batasnya. Dan sebenarnya ini merupakan perintah menghadap kepada Tuhan untuk meminta kekuatan lebih. Jadi bagi yang muda Galau itu perintah untuk mendapatkan kejelasan .

Kegalauan mengenai karir, saat ini memiliki pekerjaan yang sudah jelas, tetapi dengan berjalannya waktu kita meningkatkan diri dan kompetensi sehingga muncul kesempatan untuk karir yang baru, pertanyaannya, apakah kita tetap di karir yang lama atau pindah ke karir baru yang belum jelas?

Sebab dari banyak kegalauan yaitu, salah berharap, tidak berharap kepada Tuhan tetapi berharap kepada pekerjaan. Mengalihkan harapan dari pemberi rejeki kepada organisasi. Mari kita murnikan dahulu bahwa selalu ada rejeki dimanapun kita berada. Kebanyakan rejeki datang pada siang hari, kecuali untuk orang – orang tertentu yang memang diharuskan bekerja di malam hari. Nah, dari sini bisa diketahui banyak orang berharap di satu tempat, walaupun dia disiksa dalam kerendahan, tidak mengeluarkan dirinya ke tempat yang menghormatinya, jadi karir itu bukan pekerjaan, bukan tempat dan bukan organisasi. Carreer is Within you, kalau kita pantas di bayar mahal, maka kita pantas di bayar mahal di manapun. Apabila kita pribadi yang diterima, maka kita akan diterima di manapun. Banyak orang membatasi kehebatan dirinya dengan pendapat kecil mengenai dirinya. Maka orang yang mau sembuh dari penyakit galau harus belajar menghormati dirinya. Lihat diri kita sebagai pemimpin masa depan, sebagai orang yang mampu. Sekarang muda dan tidak dihormati itu wajar, karena semua orang menganggap hanya yang tua yang berhasil, hanya yang kaya yang berhasil, tapi muda yang mengubah dunia selalu diberikan waktu itu, katakan lihat saya nanti.

Galau yang tepat itu seperti apa? Lebih baik galau karena bingung memilih daripada damai karna acuh terhadap pertumbuhan , nasehat enjoy saja bisa sangat berbahaya, mengabaikan keharusan untuk memilih dan menyembunyikannya didalam kesibukan kebisingan yang menutupi kejelasan logika bisa berbahaya dan ini bisa menjelaskan kepada kaum tua kenapa dia masih bingung sementara temannya yang lain sudah damai. Galau itu adalah kesedihan atau belum jelasnya pilihan dalam hidup. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Dan orang muda itu pemimpi, dan orang muda yang paling mudah strees. Imajinasi itu membesarkan kesedihan, imajinasi membesarkan kegalauan. Jadi orang yang kreatif adalah orang yang mudah galau. Karena orang kreatif membayangkan sesuatunya meskipun itu belum terjadi. Dan orang yang galau dan semakin galau harus sadar bahwa dia memilliki kemampuan yang dahsyat untuk membayangkan yang hebat sekali. Imajinasi kata albert eisntein “more important than knowledge”. Imajinasi lebih penting dari pengetahuan, karena kita bisa membayangkan proses mencapai keberhasilan. Banyak orang membayangkan keberhasilan tapi tidak membayangkan proses berhasil. Banyak orang membayangkan keberhasilan tapi juga membayangkan penderitaan dari kegagalan, lalu mengapa kita menggunakan rahmat yang namanya imajinasi untuk mengecilkan hati kita sendiri.

Bagaimana menyikapi rasa galau yang berasal dari diri sendiri dan galau karena sebab orang lain? Ada sebagian orang yang mudah galau dan sebagian lagi tidak. Apabial kita galau? Apakah galau kita untuk sesuatu yang penting. Jangan tangani semua kegalauan, sebagian besar kegalauan lebih baik diabaikan. Mengapa setiap kicauan burung, kicauan orang mengganggu kedamaian kita? Kita harus bisa berkata “this is my life” “I Run it” “the way I want it”. Saya pemimpin bagi kehidupan saya sendiri, kalau saya salah biarkan saya salah karena keputusan saya, kalau saya benar kamu juga untung.

Kata kata apa yang kita gunakan untuk melawan galau? Katakan kepada diri kita ” jangan Galau” . sebagaian besar orang yang galau merasakan kegalauan karena sedang tidak mengetahui. Tidak sedang berhadapan dengan orang, tidak sedang menggembirakan orang, tidak sedang memuliakan ibundanya. Orang yang galau itu sedang gila, melihat ke dinding. Maka dari itu libatkanlah diri kita dalam pergaulan dengan orang – orang yang kekuatan pribadinya, yang ketertaikannya kepada kehidupan menghapus semua ketertarikan kita untuk galau. Dan kita di nilai dari teman – teman kita.

Saatnya Poling ”Saat orang orang muda galau dan ingin berbagi rasa dan penguatan dengan siapa biasanya mereka lebih nyaman ?”

A. Orang Tua dan Guru (25%)

B. Teman – teman sebaya (62%)

C. Penasehat Spiritual dan Psikolog.(13%)

Yang memilih A, alasannya merasa lebih percaya diri dan merasa terbuka ketika mengkosultasikan dengan orang tua dan guru. Intinya kedekatan dengan orang tua.

Yang memilih B, karena teman sepenanggungan , sama yang dirasakan. Dan ini betul juga, teman sebaya juga sama bingungnya (tapi bisa sharing) memang tepat. Yang terjadi adalah orang bingung sharing dengan orang bingung. Apakah ini akan menyelesaikan masalah? Biasanya malah akan memperburuk keadaan. Jadi diskusi dengan teman sebaya malah akan memperburuk. Tapi apakah cara ini salah, kalau mereka mencari tempat untuk merasa aman dengan teman – temannya (tidak) hal ini dikarenakan teman – temannya lebih bersahabat dibandingkan orangtuanya. Teman-temannya mendengar sementara orang tuanya tidak, melainkan langsung marah.

Yang memilih C, karena penasehat spiritual l itu lebih menjadi penengah dan menasehati kalau kita punya masalah dengan orang tua. Maka akan diarahkan untuk tidak membenci orang tua melainkan lebih sayang terhadap orang tua.

Kegalauan itu adalah masa dimana kita membutuhkan kasih sayang. Orang yang galau sedang tidak mapan karena harus bergerak maju. Dan yang dibutuhkan adalah kasih sayang karena kasih sayang adalah tenaga yang mendorong bagi kebaikan. Cinta mengharuskan kebaikan, apabila kita mencintai, baik anak, kekasih, orangtua, yang sedang galau bantu dia untuk menemukan kekuatan untuk maju, bukan di kritik. Yang menyelesaikan kegalauan adalah persahabatan. Yang menggalaukan di antara hubungan cinta adalah rendahnya persahabatan , rendahnya persahabatan sama dengan pengabaian dan pengabaian adalah pembunuh cinta terkejam. Kegalauan adalah getaran yang memungkinkan kita didorong bergerak menuju sesuatu yang penting.

Bagaimana memanage galau, agar kita bisa menjadi pribadi yang mapan dan bisa untuk membahagiakan keluarga kita sendiri ? kalau kita galau tolong diingat bahwa yang kita khawatirkan sekarang akan menjadi kecil sekali nanti. Harus diingat keberhasilan selalu berpihak kepada kita, apabila kita patuh terhadap perilaku yang baik. Tanpa strategi apapun, kita akan mendewasa menjadi lebih besar dari pada hal – hal yang mengganggu kita. Kalau ada yang mengkhawatirkan bagi kita, kita harus melakukan cek…. Seperti ini, apakah ini baik bagiku? Kalau tidak, Tinggalkan. Apakah ini akan menjadikanku lebih siap? Jika iya maka tetaplah khawatir. Kita membutuhkan khawatir untuk tumbuh menjadi kuat daripada yang kita khawatirkan..

Ketika galau apa yang kita alami? Hati sifat utamanya adalah naik dan turun. Ketika di bawah kita menyebutnya galau, ketika diatas kita menyebutnya super atau well done. Kita akan bekerja pada titik atas atau ketika dititik galau. Dimana kita berada, disitu kita harus tetap bekerja dengan baik karena waktu itu sedang berjalan, baik ketika kita sedang diatas ataupun sedang galau. Lakukanlah apa yang perlu dilakukan dalam perasaan apapun karena ini yang membangun hormatnya orang. Mengeluh, menyalahkan orang, adalah perilaku orang kecil yang pangkatnya tinggi.

Bagaimana caranya kaum muda, yang galau itu bisa bertindak sebijak orang yang sudah mapan dalam keadaan galau yang sama? Wajah dari orang muda itu terbuat dari plasticin (lilin / malam) wajah dari orang tua itu terbuat dari lilin yang sudah mengeras. Itu sebabnya orang yang sudah tua dan matang kegalauannya tidak terlihat. Orang yang sudah dewasa tahu, kegalauan ini tangggung jawab pribadinya dan tidak perlu disampaikannya kepada orang lain untuk menambah masalah mereka. Jadi kalau begitu jadilah pribadi yang wajahnya sudah terbentuk, ambilah wajah orang besar dalam sejarah lalu pelajari bentukan otot dan rahang kita untuk mengambil wajah dari Julius Caesar, gajah Mada Dll. Lalu latihlah untuk bertanggung jawab hanya terhadap kegalauan kita sendiri. Karena wajah yang damai tadi , yang kuat tadi, kalau mendamaikan orang cerminannya mendamaikan kita sendiri. Yang kita lakukan demi kedamaian orang penting bagi kedamaian kita sendiri.

Parameter apa yang kita jadikan acuan bahwa apa yang kita dapatkan sudah merupakan takdir bagi kita? Tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang beragama yang salah mengartikan agamanya. Seperti takdir, suratan, kita harus hati – hati, rejeki sudah ditentukan Tuhan (Betul)Contoh : Kalau saya rajin saya dapat 1 M, Kalau setengah rajin dapat 500 JT, kalau malas dapat 0 (atau bahkan hutang) .Jadi kalau begitu Tuhan sudah menetapkan Rejeki bukan pada jumlahnya tapi lebih kepada caranya. Maka dari itu gunakan cara yang menjadikan kita kaya, cara yang menjadikan kita berwibawa. Cara bukan jumlah.

Katakan bila kita dalam keadaan tersesat, kamu hilang ya? Katakan tidak, saya tidak sedang hilang, saya hanya berada ditempat yang saya belum kenal. Dengan sikap seperti ini kita tidak akan menjadi galau. Saya tidak bingung, saya hanyasedang banyak pertimbangan, orang seperti ini ditambah dengan kekuatan tidak tahu malu, tidak akan galau. Maka dari itu mulai dari sekarang, jangan rendahkan diri kalau kita salah. Jangan anggap diri kita “a failure in life” bila kita gagal atau kita nakal. Katakan seperti ini, kalau akau gagal, salah atau nakal itu buka criminal, tapi lucu. Bagi anak muda. Tapi bagi orang tua salah itu membutuhkan perbaikan. Jadi bukan galaunya yang menjadi focus kita tetapi membangun pribadi yang santai kalau gagal. Karena kegagalan adalah kewajaran bagi orang yang mengupayakan keberhasilan. Kalau kita tidak ramah terhadap kegagalan, lalau bagaimana mungkin keberhasilan akan terletak dengan indahnya di meja kita. Maka mulai hari ini marilah kita menjadi pribadi yang ramah terhadap semua hal yang dicoba. Kalau orang lain katakan tidak mungkin, maka kita katakan biar aku yang coba. Kalau ada orang yang mengatakan itu sudah perah di coba dan gagal, maka katakan ijinkan saya mencoba dengan cara saya. Dan ingat, orang galau adalah orang yang membutuhkan kasih sayang. Maka bergaulah dengan orang – orang yang penuh kasih, jangan mendekatkan diri kepada orang yang suka menilai kita dari kelemahan, yang mengkritikkan, yang sebagian orang tidak ikhlas melihat temannya berhasil. Dan merayakan kegagalan orang.

“GALAU ITU SEMENTARA TAPI KEBERHASILAN KITA ITU HAK”

Catatan dari pak Mario Teguh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *