Masalah! So What gitu loh!

Socrates pernah berkata bahwa hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi. Hanya ada satu tempat di dunia ini di mana manusia terbebas dari segala ujian hidup, yakni kuburan. Berarti, tanda bahwa manusia tersebut masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan dan penderitaan. Lebih baik kita tahu mengapa kita gagal dari pada tidak tahu mengapa kita berhasil.
Seperti sebuah mutiara, mutiara yang mahal itu berasal dari masuknya sebuah butir pasir ke dalam tiram yang terbuka. Pasir yang masuk ini ternyata menimbulkan sakit yang luar biasa sehingga untuk menahan rasa sakit tersebut sang tiram membungkus pasir itu dengan “air liurnya” dan pada akhirnya secara tidak sadar kerang itu menghasilkan sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Terkadang hidup ini perlu merasakan sakit dan ujian bahkan jatuh hingga titik nol untuk menemukan esensi nilai hidup itu sendiri.
Seperti kisah pohon bambu yang hidup enak dalam rumpunannya terpaksa harus ditebang dan menderita, rasa sakit yang amat sangat ketika dipotong – potong. Namun, sang bambu akhrinya mengerti setelah ia tahu bahwa dirinya dipergunakan untuk saluran air bagi masyarakat, obor, kentongan dan lemang. Rasa sakitnya ternyata bermakna untuk kebahagiaan orang lain. Mungkin juga ujian hidup yang tengah kita alamai saat ini sedang dipersiapkan untuk memberi jalan amal bagi kebahagiaan orang lain.
Itulah sebabnya seorang sufi pernah mengajarkan bahwa ketika ujian hidup datang jangan berdoa kepada sang pencipta supaya ujian itu berlalu , melainkan berdoalah, ” Wahai yang Maha Pencipta. Berilah kekuatan kepadaku untuk melalui dan menghadapi ujian hidup ini.”

Masalah! So What gitu loh!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.