ciput mardianto

ciput mardianto

Berhati-hatilah dengan dokumen Berharga

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yup, judul diatas adalah berasal dari pengalaman pribadi saya. Ya, selalu berhati-hatilah terhadap dokumen berharga. Dokumen berharga yang saya maksud disini adalah ijazah.

Begini ceritanya, kurang lebih 20 bulan yang lalu, saya bekerja di Kantor pusat tempat saya bekerja di Jakarta, setelah beberapa bulan dipusat kemudian saya ditempatkan dicabang, oh ya saya bekerja dibidang konstruksi, jadi kerjanya ya dimana saja.


Alkisah saya saat itu ditempatkan diluar pulau Jawa, tepatnya di Tanjung Balai Karimun. Jadi dahulu saya menyimpan data penting yaitu ijazah SMP, SMA dan Ijazah Kuliah di kost yang lama. Saat berangkat saya membawa Ijazah Kuliah saja. Karena saat itu saya masih membayar kost yang lama walaupun tidak saya tempati.

Namun berjalannya waktu, saya lupa dalam pikiran saya, saya merasa membawa seluruh ijazah saya. Dan beberapa bulan setelah itu, kebetulan teman kuliah saya dulu diterima diperusahaan yang sama dengan saya. Jadi kamar saya dikost itu ditempatilah sama dia.

Hingga dia keluar dari kost itu karena ditempatkan di proyek juga. Hingga kamar itu dikontrak sama seorang bapak yang juga satu perusahaan sama saya.

Masalah itu timbul setelah beberapa waktu yang lalu, saya diminta mengisi biodata terbaru, disana disuruh mengisi nomor ijazah dari SD hingga pendidikan terakhir yang ditempuh.

Untuk keperluan itu saya membuka tas dimana saya menyimpan ijazah dulu, setelah saya buka waduh kok hanya ijazah kuliah saja, dimana ijazah yang lain? saya coba mengingat-ingat apakah tertinggal di kosan saya di Jakarta?

Hingga kemarin minggu saya putuskan pergi ke Jakarta untuk memastikan, kebetulan kunci lemari itu masih ada ditangan saya. Jadi sabtu sore saya putuskan mencari tiket ke Jakarta PP.

Minggu pagi saya berangkat menyebrang ke Batam dan terbang ke Jakarta, sampainya disana, naik bis bandara jurusan Kampung Ramputan kemudian turun di halte busway Pasar Keramat Jati. Kemudian mencari busway jurusan Kampung Melayu. Turun di Cawang Otista.

Saya langsung bergegas ke tempat kost lama saya yang tak jauh dari situ. Saya bilang bapak kostnya, kebetulan kamar saya kosong, sehigga kunci utamanya dipegang bapak kost, coba kalau bapak yang tinggal sebelumnya disitu masih tinggal, karena saya dengar bapak yang menghuni sebelumnya lagi ada proyek di Bandung, pasti saya tidak bisa masuk karena kuncinya dibawa. Ya itulah kebesaran tuhan, saya mendapat timing yang pas.

Saya masuk dan buka lemari, dan berita bagusnya lemari itu belum terbuka selama sekali selama hampir satu setangah tahun itu. Barang-barang berharga saya Alhamdulillah masih komplit.

Akhirnya saya ijin bermalam dikost itu, sambil bernostalgia menikmati soto Surabaya disebelah halte busway Cawang Otista. Dan pagi-pagi sekali saya harus berangkat ke bandara, saya pergi dengan busway ke arah Kampung Rambutan dari rambutan balik lagi ke Bandara Soekarno-Hatta karena jam 11.40 pesawat sudah berangkat ke Batam.

Perjalan panjang dengan waktu singkat yang melelahkan untuk menyelamatkan sebuah dokumen berharga. Ini pengalaman saya, bagi teman-teman yang belajar dari pengalaman saya, berhati-hatilah dalam menjaga barang atau dokumen berharga anda entah apapun itu.

0 Responses

  1. hiks ijasah smp-sma ku ilang, dan sempet nanya ke si anak indigo itu katanya masih di sby dan kletisut, jdi ga ilang hehe…tapi belum dicari hks andai bisa ketemuuu….kan kujaga slaluuuu…huhuhu…. eh bus transjkt dari kampung rambutan bisa lgsg ke cawang otista bukan ?? nb: busway adalah jalan bus hehe ^^v

Leave a Reply

Your email address will not be published.