Tower Crane

Standard

Untuk pembangunan gedung yang tinggi, Tower Crane sangat diperlukan sebagai alat angkut material dan peralatan. Dapat dikatakan pada proses konstruksi Tower Crane atau TC ini memiliki peranan yang sangat vital. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat mau mendirikan Tower Crane antara lain :

1. Desain Pondasi TC.
Karena TC ini merupakan alat yang berat, perlu tingkat keamanan yang tinggi, maka sebaiknya saat mendesain pondasi TC, harus mengacu pada desain yang ada di manual book TC bersangkutan. Lebih baik apa bila desain yang dibuat faktor keamanannya dilebihkan dari manual book yang bersangkutan.

2. Perletakan Posisi TC
Perletakan posisi TC ini adalah hal terpenting. Perletakan harus memperhitungkan Jangkauan area TC setelah terpasang, zona-zona penting harus dapat dilayani. Posisi TC sebaiknya tidak terlalu jauh dari TC supaya bracingnya juga tidak panjang. Posisi TC harus memperhitungkan cara pembongkaran TC jika bangunan sudah jadi, posisi ditentukan agar tidak mengalami kesulitan selama penuruan TC.

3. Metode pemasangan (erection) Tower Crane
Pekerjaan Ereksi TC ini merupakan pekerjaan yang memerlukan tingkat keamanan tinggi, selain itu metode ereksi TC yang benar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mendirikan TC :

Menentukan titik lokasi Tower Crane. Seperti gambar dibawah bahwa area yang penting harus dapat dijangkau.
  
Desain pondasi Tower Crane harus mengacu pada Manual book alat. Tidak boleh kurang dari ketentuan yang diperlukan. Gambar dibawah ini adalah contoh pondasi TC yang diperkuat dengan bore pile.

Menyiapkan area yang akan dibangun pondasi, baik untuk galian dan bekisting pondasi Tower Crane.

 Intall Fixing angle dan segment terbawah saat persiapan cor pondasi Tower Crane.
Persiapan untuk proses pengecoran, pastikan bahwa posisi, jumlah penulangan sudah sesuai dengan desain.
Proses pengecoran, memastikan bahwa beton benar-benar rata dengan memakai vibrator.
Beton yang sudah dicor dilakukan proses curing.
Pasang Pivot dan tower head, Pasang counter jib yang sudah terangkai dan hoist winch.
Rangkai Jib sesuai panjang kebutuhan, Pasang Pin-pin dan kecangkan.
Setelah segment awal selesai dipasang, segment selanjutnya dipasang secara bertahap.
Terakhir supaya Tower Crane dapat bekerja seimbang, pastikan counter weigh sesuai dengan yang diperlukan..

Demikianlah metode secara singkat tentang proses erection TC. Semoga apa yang ditulis ini dapat berguna bagi kita semua. Kalau ada penilaian atau masukan, saran silahkan komen dibawah.

Petruk dadi Ratu

Standard
Petruk Dadi Ratu

Petruk dadi Ratu banyak ditemui sebagai lelakon dipewayangan. Dalam dunia pewayangan, saat gonjang-ganjing sudah sampai pada taraf yang sangat tidak wajar, para punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong mulai membangkang.
Puncak pembangkangan terjadi ketika Petruk melabrak Kahyangan Jonggring Saloko (istana para penguasa), mengobrak-abrik dan mendekonstruksi tatanan yang selama ini dipakai para penguasa serta para elite untuk berselingkuh dan melakukan manipulasi.

Arjuna, sang sang pimpinan yang biasanya dilayani punakawan, dipaksa mematuhi titah Petruk, sang raja baru. Saat itulah Petruk membuka seluruh aib para penguasa.

Yang perlu disingkapi dalam lakon ini adalah bukan khayalan seperti versi umum, melainkan adalah Petruk sebagai pemimpin Revolusi yang menjungkir balikan tatanan khayangan yang pada saat itu memang sudah sangat kacau. Petruk merevolusi semua tatanan agar kembali pada tempat yang semestinya.

Dan itu hanya dilakukan oleh Petruk dalam 1 malam, hal ini menyiratkan bahwa Petruk adalah pribadi yang sadar akan peranannya, setelah semua baik, semua berjalan normal, maka Petruk kembali kepada peranan awalnya menjadi seorang pengabdi.

Selain cerita  pewayangan diatas, ada yang menarik dari sebuah lagu yang  juga berjudul “Petruk dadi Ratu” yang dibawakan oleh Mus Mulyadi. Karena sering saya dengar, lama-lama terfikir juga ada makna yang dapat diambil pelajaran dari tembang tersebut.

Lalu apa yang membuat membuat petruk ingin menjadi ratu ? karena rusaknya tatanan. Petruk menjadi Ratu kemudian membongkar semua tatanan yang salah, hal ini membuat dewa-dewa menjadi bingung apa yang dilakukan petruk.

petruk dadi ratu nyangga pincuk udut crutu ratu suralaya patuhe narada yen lungguh sikil jigang munggah meja cengengas cengenges tambur kon nabuh dewa jreng jreng jreng jreng… petruk dadi ratu nyangga pincuk udut crutu dewa dewa bingung petruk ngaji mumpung dipolne dipolne nggone dadi jalwa tukung mbendino mangan nganti wetenge mlembung

Disini petruk mengobrak-obrak tatanan yang salah dan membuat semua menjadi kebingungan.

ukume kuasa wekasan si bagong teka si petruk digeret bali dadi menungso

Sampai akhirnya atas kekacauan yang terjadi petruk dibawa Bagong dan dirubah menjadi manusia. Kalau dalam cerita kenegaraan, petruk ini dapat dibaratkan sebagai pendobrak, yang mengobrak-abrik tatanan yang salah, supaya dapat dimulai tatanan baru yang benar.