Framework adalah kerangka acuan. Setelah membaca beberapa buku, maka berikut ini adalah frame work yang saya susun plot sendiri, terutama untuk saya pakai diberbagai kondisi. Tidak wajib, namun saya berharap berguna bagi yang membaca… 🙂

Framework

Dari beberapa buku yang saya baca, dan beberapa tulisan yang sempat saya baca juga. Maka saya rangkum dalam link dibawah. Tujuannya untuk mengingat Frame work yang bisa saya pelajari terhadap situasi yang dihadapi.

Teknik berbicara impromtu (berbicara secara spontanitas)

Teknik berbicara dengan Impromtu dengan Framework PREP


Teknik Self Reinforcement (Self Confidence, Self Develompement)

Win Your Inner Battles (Tentang Pengutaan diri untuk resilient, Inner power disetiap keadaan)


Framework Action Perubahan

Atomic Habits (Mengembangkan kebiasaan baik)

5 Second Rule (Memulai pekerjaan tanpa menunda)


Example Role Model Leadership

Belajar Leadership dari Pak Ignasius Jonan (Leadership dari Bapak KAI Indonesia)


Semangat dan Motivasi

6 Japanese Technique

Roger Federer Motivation

Mindset Book – By Carol Dweck

Teknik Self Reinforcement

Win Your Inner Battles (Tentang Pengutaan diri untuk resilient, Inner power disetiap keadaan)

Stay Productive

2 Minute Role

5 Second Rule

When motivation is low, focus on small, manageable tasks. Break larger tasks into smaller steps, set achievable goals, and reward yourself for completing them. Also, establish a routine, prioritize tasks, and incorporate breaks to avoid burnout. Remember, progress, no matter how small, is still progress

Get Things Done

    Dilengkapi semua bekal untuk berhasil, Samuel Pierpont Langley di awal tahun 1900 an, adalah seorang orang yang digadang -gadang untuk menjadi pilot pertama didunia.

    Dikenal luas sebagia seorang Profesional yang sudah sangat senior di Institusi Smithsonian, seorang professor matematika yang juga bekerja di Universitas terbaik dunia Harvard.

    Teman-teman yang mendukungnya juga orang besar kala itu, Seorang bangsawan Amerika, Andrew Carnegie dan juga Alexander Graham Bell. Langley diberi $50.000 (kalau di konversi ke saat ini sekitar $18,313,750) dari departemen pertahanan untuk mengembangkan Proyek pesawatnya.

    Dia berusaha memberikan yang terbaik setiap hari. Dia memiliki merekut anggota tim terbaik dari seantero amerika. Dia menggunakan material terbaik, Pemberitaan mengenai proyeknya hampir terdengar setiap hari di Media. Publik sangat antusias dan menunggu hasil dari proyek mega besar tersebut. Dengan Dana yang melimpah, tim yang profesional dan Material terbaik yang dimiliki, kesuksesan tinggal menunggu waktu saja.

    Ribuan kilometer dari tempat Langley, dua bersaudar Wilbur dan Orville Wright sedang bekerja membuat pesawat terbang impian mereka. Hasrat untuk bisa terbang menjadi keinginan mereka dengan penuh antusias dan komitmen serta dedikasi Wright bersaudara dan Timnya yang berada di Kampung mereka Dayton Ohio.

    Tidak Ada pendanaan, Tidak ada garansi dari pemerintah, tidak ada koneksi dengan orang atas. Tidak satupun dari tim dari Wright bersaudara dari seorang lususan sarjana, bahan Wright bersaudara sekalipun. Tapi dengan tim kecil ini yang saling bahu membahu dibengkel sepeda dan membuat visi mereka menjadi nyata. Pada 17 Desember 1903, gorup kecil itu berhasil menerbangkan pesawat pertama kali dalam sejarah.

    PREP Framework untuk berbicara

    Bagaimana jika anda tiba-tiba diminta untuk spontan berbicara. Impromtu speech adalah berbicara dengan tiba-tiba atau spontan tanpa persiapan yang sebelumnya.

    Untuk menghadapi situasi seperti itu.. salah satu framework yang bisa digunakan adalah PREP (Point, Reason, Example, Point)

    Jadi pola tatanan berbicara disesuaikan dengan PREP ini. Point = Menjelaskan point utama yang apa yang kita sampaikan. Reason = Alasan yang menjelaskan atau mendukung poin yang kita sampaikan.

    Example : adalah contoh kasus, peristiwa, kegiatan yang menguatkan Point yang kita sampaikan tadi

    Point = Dari Reason kemudian diperkuat dengan example sehingga menguatkan point yang kita sampaikan. Point kedua ini adalah menegaskan kembali point yang pertama.

    Dengan Frame work ini tentu kita akan memiliki pola tata bicara yang terkomsep dan tidak kemana-mana.
    Semoga bermanfaat.